DEPOK, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menghentikan sementara pelaksanaan program Wisata Keberagaman setelah seorang peserta bernama Sofiah, warga Kelurahan Serua, Kecamatan Bojongsari, meninggal dunia saat mengikuti kegiatan tersebut.
Keputusan itu diambil setelah Pemerintah Kota Depok melakukan pembahasan internal dan mendapat arahan dari Wali Kota Depok Supian Suri.
"Terkait kegiatan wisata keberagaman ini berdasarkan diskusi kami semalam dan kami sudah mendapat arahan dari bapak Wali Kota Depok, saya meminta kepada seluruh RW di Kota Depok untuk sementara kita tunda dulu kegiatan wisata keberagaman, baik yang belum berangkat," ujar Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah usai melayat ke rumah duka, Minggu (5/7/2026), dikutip dari situs resmi Pemkot Depok.
Selain menghentikan sementara program tersebut, Pemkot Depok juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaannya, terutama terkait aspek keselamatan peserta.
"Kita akan lakukan evaluasi terhadap kegiatan ini, dari berbagai aspek ya, terutama dari aspek keamanan," kata Chandra.
Dalam kesempatan itu, Chandra yang didampingi Sekretaris Daerah Kota Depok Mangguluang Mansyur turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
"Kami mewakili Wali Kota Depok atas nama Pemerintah Kota Depok menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalam kepada keluarga almarhumah, yang mana kemarin kita ketahui telah terjadi musibah yang mengakibatkan meninggal dunia nya almarhumah yang sedang mengikuti kegiatan wisata keberagaman," ujarnya.
Baca juga: Akhir Arogansi Pemotor yang Ngaku TNI di Trotoar Depok, Ternyata Karyawan Marketing
Kronologi Peserta MeninggalSebelumnya, Sofiah meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan di area Masjid Agung Banten saat mengikuti program Wisata Keberagaman.
Korban diduga tergencet bus ketika berada di kawasan parkir. Saat itu, korban diduga tidak terlihat oleh pengemudi bus lain yang hendak keluar dari area parkir.
Korban sempat dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, ia meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit akibat luka berat yang dideritanya.
Insiden tersebut menjadi perhatian karena terjadi saat pelaksanaan program yang baru diluncurkan Pemkot Depok pada tahun ini.
Baca juga: Lu Enggak Kenal Sama Gua? Saat Bang Jago Pukul Pemotor di Jagakarsa Jaksel
Program Sempat Disorot soal Penggunaan Dana RWDikutip dari Tribunnews, sebelum insiden tersebut terjadi, program Wisata Keberagaman sempat menjadi sorotan dalam audiensi di DPRD Kota Depok setelah aksi unjuk rasa di Balai Kota Depok pada 24 Juni 2026.
Dalam audiensi itu, perwakilan massa mempertanyakan penggunaan Dana RW sebesar Rp 25 juta untuk mendukung pelaksanaan program Wisata Keberagaman.
Mereka menilai anggaran tersebut seharusnya dapat diprioritaskan untuk kebutuhan yang lebih mendesak, seperti bantuan bagi warga kurang mampu maupun santunan kematian.
Selain itu, massa juga meminta pengelolaan Dana RW dilakukan secara transparan dan akuntabel.





