Laba Samsung Diproyeksi Melesat 18 Kali Lipat Berkat Booming Agentic AI

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Raksasa teknologi asal Korea Selatan, Samsung Electronics, diproyeksikan bakal mencetak rekor lonjakan laba operasional hingga 18 kali lipat pada kuartal II-202

Laba Samsung Diproyeksi Melesat 18 Kali Lipat Berkat Booming Agentic AI.

IDXChannel — Raksasa teknologi asal Korea Selatan, Samsung Electronics, diproyeksikan bakal mencetak rekor lonjakan laba operasional hingga 18 kali lipat pada kuartal II-2026. 

Kinerja impresif ini didorong oleh masifnya pertumbuhan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang memicu kelangkaan pasokan memori global dan mengerek harga chip ke level tertinggi.

Baca Juga:
Samsung Rencanakan Investasi Jumbo Rp11.600 Triliun di Korea Selatan

Dilansir dari CNA pada Senin (6/7/2026), berdasarkan data LSEG SmartEstimate dari konsensus 30 analis terkemuka, produsen chip memori terbesar di dunia ini diperkirakan mengantongi laba operasional sebesar 86 triliun won atau setara USD56,35 miliar (sekitar Rp1.013,73 triliun) untuk periode April-Juni 2026.

Realisasi tersebut melonjak tajam dibanding capaian periode yang sama tahun lalu sebesar 4,7 triliun won, sekaligus menandai rekor laba kuartalan tertinggi selama tiga kuartal berturut-turut bagi perseroan.

Baca Juga:
Samsung Komitmen Investasi Rp28.000 Triliun hingga 2040 di Korsel

Para analis memperkirakan kondisi kurang pasok (undersupply) di pasar memori akan terus bertahan setidaknya hingga tahun depan. Menariknya, pertumbuhan kali ini tidak hanya ditopang oleh segmen High-Bandwidth Memory (HBM), melainkan juga lonjakan permintaan produk konvensional seperti DRAM dan NAND akibat perluasan ekosistem agentic AI.

Berbeda dengan aplikasi AI terdahulu yang hanya fokus pada pelatihan model bahasa besar (large language models), sistem agentic AI bekerja mengeksekusi tugas multi-tahap yang kompleks. Hal ini membutuhkan kapasitas memori server dan ruang penyimpanan data eksternal yang jauh lebih masif saat proses inferensi berlangsung.

Baca Juga:
Sempat Disalip SK Hynix, Samsung Kembali Jadi Perusahaan Terbesar di Korsel

Menurut data Citi Research, imbas dari kelangkaan pasokan ini telah mengerek rata-rata harga jual (average selling price) produk DRAM sebesar 44 persen dan komponen NAND sebesar 53 persen secara kuartalan (quarter-on-quarter) pada kuartal kedua ini.

Kondisi tersebut membawa valuasi pasar tiga penguasa chip dunia, yakni Samsung Electronics, SK Hynix, dan Micron Technology kompak menembus angka USD1 triliun setelah saham mereka masing-masing meroket 158 persen, 273 persen, dan 242 persen sepanjang tahun ini.

Kendati prospek makro sektor semikonduktor sangat solid, para analis mengingatkan adanya potensi rilis laporan keuangan resmi akhir bulan nanti sedikit di bawah konsensus akibat pos akuntansi bonus karyawan.

Pada akhir Mei lalu, Samsung berhasil menghindari pemogokan kerja massal setelah menyepakati perjanjian upah baru, di mana perusahaan mengalokasikan 10,5 persen dari laba operasional divisi semikonduktor untuk bonus khusus staf. Nilai provisi akumulatif ini diperkirakan menembus 40 triliun won, sehingga waktu pencatatan beban tersebut akan menjadi variabel penting bagi laba bersih di kuartal II.

Di sisi lain, lini bisnis ponsel pintar (smartphone) Samsung justru mulai menghadapi tekanan margin karena mahalnya harga komponen chip internal ini menggerus keuntungan, meskipun perusahaan telah menaikkan harga jual gawai ke konsumen.

Dalam jangka panjang, JPMorgan menyoroti risiko keberlanjutan alokasi belanja modal (capital expenditure) dari para penyedia layanan komputasi awan (cloud providers). Saat ini, porsi belanja memori AI mengambil jatah hingga 52 persen dari total anggaran mereka dan diproyeksikan melebihi 70 persen pada tahun depan.

Investor kini mulai menuntut bukti konkret apakah terobosan layanan AI komersial mampu menghasilkan pertumbuhan pendapatan riil demi menjustifikasi mahalnya investasi infrastruktur komputasi tersebut.

Jika tren belanja ini melambat, hal tersebut berisiko membayangi proyeksi jangka panjang Samsung yang berkomitmen mengucurkan investasi jumbo senilai USD2,07 triliun (sekitar Rp37.239,3 triliun) bersama SK Hynix untuk memperluas kapasitas pabrik domestik di Korea Selatan hingga tahun 2040 mendatang. (Reporter: Eugenia Siregar) (Wahyu Dwi Anggoro)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Penyelenggara Yakin Jakarta Fair Kemayoran 2026 Capai Target Berkat Lonjakan Pengunjung
• 19 jam laludisway.id
thumb
Bikin Heboh! Hadiah Jam Rolex Timnas Meksiko dari YouTuber AS di Piala Dunia 2026 Dikembalikan
• 7 jam laluharianfajar
thumb
Jalan Provinsi di Sumsel Mulai Diperbaiki Juli Ini, Pemprov Siapkan Anggaran Rp 380 Miliar
• 20 jam lalujpnn.com
thumb
Viral Cara China Lawan Cuaca Panas Ekstrem, Gedung-Gedung Semburkan Kabut Air
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Maroko Tekuk Kanada 3-0, Suporter Tumpah Ruah Rayakan Kemenangan di Barcelona | KOMPAS PETANG
• 17 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.