BANDUNG, KOMPAS - Seorang mahasiswi kampus Telkom University di Bandung, Jawa Barat, bernama Nadira Az-Zahra hilang sejak 30 Juni 2026 hingga kini. Mahasiswi berusia 21 tahun ini hilang setelah meninggalkan rumah dan menuju ke kampus.
Nadira selama ini bermukim dengan keluarganya di salah satu komplek pemukiman di daerah Mekarjaya, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung. Ia kini sudah semester dua di program studi (prodi) Sistem Informasi Kota Cerdas, Fakultas llmu Terapan, Telkom University.
Nadira hingga saat ini belum diketahui keberadaannya sejak meninggalkan rumah pada Selasa (30/6/2026) pekan lalu, sekitar pukul 10.00 WIB. Keluarga masih berusaha mencari keberadaannya. Akun media sosial dan nomor teleponnya juga tak bisa dihubungi oleh keluarga.
Hilangnya Nadira pun ramai dibicarakan di media sosial. Sebab, publik baru saja dikejutkan terungkapnya penyekapan dan penganiyaan berat seorang wanita berinisial YTR (29) oleh kekasihnya bernama Taufik selama setahun lebih.
YTR juga dilaporkan kerabatnya menghilang sejak 2024 lalu. Taufik yang telah ditangkap pada Polda Jabar 23 Juni 2026 lalu diketahui menyiksa YTR hingga buta dan mengalami luka berat di sejumlah bagian tubuh.
Kepala Polse Rancasari Komisaris Herman Junaidi saat diwawancarai di Kota Bandung, Senin (6/7/2026), mengatakan, Nadira belum ditemukan hingga kini. Pihak keluarga sudah melaporkan hilangnya mahasiswa ini ke Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Bandung.
“Info terkini dari pihak keluarga, Nadira belum ditemukan. Mereka juga telah melapor ke Polrestabes Bandung,” ujar Herman.
Head of Secretary and Public Relations Telkom University Roosdiana Noor Rochmah mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dan berkomunikasi dengan keluarga Nadira serta pihak terkait. Upaya ini untuk mendukung pencarian dan memastikan penanganan optimal sesuai kewenangan masing-masing.
Bagi masyarakat yang mengetahui informasi mengenai keberadaan Nadira atau memiliki informasi yang dapat membantu pencarian diharapkan segera menghubungi pihak keluarga melalui nomor telepon 081313136784 atau pihak berwenang setempat.
“Kami mengajak seluruh sivitas akademika Telkom University dan masyarakat menyebarluaskan informasi ini dan mengedepankan etika, menghormati privasi keluarga, serta tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya,” ujarnya.
Budhi Purwana Yodhaswara selaku perwakilan keluarga Nadira dalam siaran pers yang diterima Kompas mengatakan, pihaknya terus berupaya mencari Nadira bersama polisi dan sejumlah pihak lainnya.
Saat pergi dari rumah, Nadira mengenakan kemeja putih lengan panjang, celana jeans hitam, kerudung krem dan tas ransel kuliah berwarna krem. Nadira memiliki ciri-ciri, antara lain, tinggi 165 sentimeter (cm), berat 55 kilogram, kulit sawo matang dan berambut lurus.
“Kami masih berupaya menemukan Nadira dan membawanya berkumpul kembali dengan keluarga. Kami sangat menghargai setiap bantuan yang diberikan berbagai pihak, termasuk dalam hal penyebaran informasi yang akurat,” tuturnya.
Diketahui dari data Pusat Informasi Kriminal (Pusiknas), jumlah orang yang hilang di Indonesia sepanjang 2025 mencapai 1.967 orang. Laporan orang hilang paling banyak berasal dari tiga kelompok usia, yakni 30-59 tahun sebanyak 451 orang, 18-29 tahun sebanyak 205 orang dan kurang dari 17 tahun sebanyak 77 orang.





