Praktisi Kesehatan Masyarakat Bocorkan Alasan Cuaca Ekstrem Bisa Menyebabkan Kematian

tvonenews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com- Banyak negara saat ini dihadapkan dengan cuaca ekstrem, mulai wilayah Eropa seperti Prancis, Spanyol, Jerman, dan Italia dan Amerika Serikat. Tidak disangka sampai membuat seseorang meninggal dunia, kok bisa?.

ILUSTRASI - Suhu panas
Sumber :
  • Dewa Ketut Sudiarta Wiguna-Antara

Melihat cuaca ekstrem yang juga bisa melanda Indonesia, kejadian di Amerika dan negara lain bisa menjadi contoh. 

Sebagai peringatan dini dalam menghadapi cuaca eksrem yang bisa sebabkan gelombang panas atau kekeringan.

Menurut dr. Ngabila Salama sebagai Praktisi Kesehatan Masyarakat mengimbau agar masyarakat Indonesia waspada. Sebab bisa menyebabkan kematian. 

Hal tersebut yang mungkin jarang dipahami publik. Padahal bisa dipahami sejak dini guna bisa melakukan pencegahan terjadinya penyakit kronis atau penyakit akibat cuaca ekstrem.

Mengapa cuaca ekstrem menyebabkan kematian? 

Dalam keterangannya, dr. Ngabila yang pernah menjabat Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinkes Jakarta ini bahwa kematian akibat cuaca ekstrem terjadi karena tubuh tak mampu menahan suhu ekstrem. 

"Cuaca ekstrem, terutama gelombang panas, memang dapat menyebabkan kematian karena tubuh memiliki batas kemampuan untuk mengatur suhu," katanya kepada tvOnenews.com, Senin (7/6).

"Saat suhu lingkungan sangat tinggi, apalagi disertai kelembapan tinggi, mekanisme pendinginan tubuh melalui keringat menjadi tidak efektif. Akibatnya, suhu inti tubuh terus meningkat dan dapat merusak organ-organ vital seperti otak, jantung, dan ginjal," jelas dr Ngabila Salama. 

Ilustrasi Cuaca Esktrem
Sumber :
  • Gemini AI

Perlu untuk diketahui, cuaca ekstrem merupakan kondisi cuaca yang jauh dari batas normal, seperti gelombang panas (heatwave), kekeringan parah, badai siklon, dan hujan lebat yang memicu bencana dan mengganggu kesehatan. 

Sebab saat cuaca ekstrem mengakibatkan seseorang kehilangan banyak cairan dan elektrolit melalui keringat. Jika tidak segera diganti, akan muncul rasa haus berlebihan, mulut kering, lemas, pusing, urine sedikit dan berwarna pekat.

Ternyata fenomena ini didorong oleh perubahan iklim global serta anomali siklus atmosfer seperti El Nino dan La Nina. Kondisi yang umum dipahami adanya gelombang panas atau suhu panas tinggi. 

Mengapa El Nino Terjadi?

Fenomena El Nino dipicu oleh meningkatnya suhu permukaan laut di sekitar garis khatulistiwa, sehingga berpotensi memengaruhi pola cuaca global secara signifikan. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Stand Bapenda Sumut 'Anti Celingak-Celinguk'! Sutan Tolang Lubis Garansi "Tanya Apa Saja, Langsung Dijawab'
• 1 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Bahas RUU Sisdiknas di Komisi X, Mahasiswa Magister UI Bicara Politik di Kampus
• 4 menit lalukumparan.com
thumb
Ketika Sepak Bola Dicampuri Urusan Politik, Jadinya Begini
• 1 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
RI-Singapura Sepakat Jaga Selat Malaka Bebas Dilintasi Semua Pihak
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Video: AS Raja Ekspor Senjata Dunia, RI Ikut Borong Amunisi
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.