Di sepanjang sungai Rio Negro di pedalaman Amazon, penduduk asli Brasil sudah ratusan tahun menyebut satu pohon dengan nama yang berbicara sendiri. Muira puama, yang dalam bahasa lokal berarti "kayu kekuatan". Dunia luar mengenalnya sebagai Viagra hutan Amazon. Tapi muira puama manfaat kesehatannya ternyata jauh melampaui reputasi afrodisiaknya dan para ilmuwan mulai mengungkap mengapa tanaman ini layak mendapat perhatian yang jauh lebih serius.
Muira Puama Manfaat Kesehatan yang Dimulai dari Otak, Bukan Hanya dari BawahMuira puama adalah pohon kecil asli hutan hujan Amazon Brasil, dikenal secara ilmiah sebagai Ptychopetalum olacoides. Kulit kayu dan akarnya sudah lama digunakan dalam pengobatan tradisional Brasil sebagai tonik saraf, pereda nyeri sendi, penguat stamina, dan tentu saja afrodisiak.
Yang membuat para peneliti tertarik bukan hanya klaim afrodisiaknya, tapi justru efeknya pada sistem saraf pusat. Studi-studi menunjukkan bahwa spesies ini memiliki potensi menjanjikan dalam mengobati disfungsi seksual, depresi, gangguan kognitif, dan sebagai tonik saraf. Ini bukan tanaman yang hanya bekerja di satu titik tapi di beberapa sistem biologis sekaligus.
Studi Klinis Pertama yang MengejutkanStudi klinis pertama tentang muira puama untuk fungsi seksual dilakukan oleh Dr. Jacques Waynberg dari Institute of Sexology di Paris pada 1990. Hasilnya cukup mengejutkan untuk ukuran penelitian herbal kala itu.
Studi oleh Dr. Jacques Waynberg menunjukkan bahwa 62% pria dengan libido rendah melaporkan peningkatan hasrat seksual, dan 51% penderita disfungsi ereksi mencatat perbaikan performa setelah mengonsumsi ekstrak muira puama 1,5 gram per hari selama dua minggu. Kratom Times
Tanaman ini kemungkinan bekerja melalui jalur dopaminergik, meningkatkan aktivitas nitric oxide yang menyebabkan vasodilatasi dan peningkatan aliran darah. Ini adalah mekanisme yang mirip dengan beberapa obat disfungsi ereksi modern, tapi dengan cara yang lebih tidak langsung dan lebih luas.
Yang menarik, efeknya tidak terbatas pada pria. Studi yang melibatkan suplemen herbal yang mengandung muira puama dan Ginkgo biloba menunjukkan perbaikan signifikan pada hasrat seksual dan fungsi seksual pada wanita premenopause maupun postmenopause, termasuk peningkatan dorongan seksual, frekuensi hubungan, kepuasan, dan intensitas orgasme.
Neuroprotektif yang Mulai DiperhitungkanInilah bagian yang membuat muira puama menjadi lebih dari sekadar tanaman afrodisiak biasa.
Penelitian menunjukkan bahwa muira puama dapat melawan defisit kognitif yang disebabkan penyakit Alzheimer dan meningkatkan pengambilan kembali memori pada tikus tanpa memengaruhi fase akuisisi atau konsolidasi memori.
Mekanisme di balik efek kognitif ini sudah mulai terungkap. Ptychopetalum olacoides memiliki aktivitas antikholinesterase, efek neuroprotektif, fasilitasi pemulihan memori pada tikus muda dan tua, aktivitas antioksidan, dan sifat antidepresan.
Inhibisi asetilkolinesterase adalah mekanisme yang sama dengan obat Alzheimer seperti donepezil dan rivastigmin yang diresepkan dokter. Fakta bahwa tanaman Amazon ini memiliki aktivitas serupa secara in vitro dan pada hewan percobaan menjadikannya objek penelitian yang sangat menarik untuk neurodegenerasi.
Penelitian terbaru 2024 bahkan mengkonfirmasi bahwa ekstrak alkohol muira puama memperbaiki perubahan perilaku dan histomorfologi korteks serebral yang diinduksi aluminium klorida pada tikus Wistar. Ini relevan karena paparan aluminium dikaitkan dengan neurodegenerasi pada manusia. RxList
Antidepresan Alami dengan Mekanisme yang Teridentifikasi
Muira puama menunjukkan sifat antidepresan pada tikus dengan efek yang bergantung dosis. Studi menunjukkan bahwa efek antidepresan mungkin dimediasi melalui reseptor beta-adrenergik dan dopamin D1.
Ini adalah temuan yang sangat spesifik dan penting. Bukan sekadar "tanaman ini bikin mood lebih baik" tapi ada reseptor spesifik yang teridentifikasi sebagai mediator efeknya. Efek neuroprotektif dan adaptogeniknya membuat muira puama bermanfaat untuk disfungsi ereksi psikogenik dan penurunan libido terkait usia. Kratom Times
Senyawa Aktif yang Masih Menjadi MisteriSalah satu tantangan terbesar dalam penelitian muira puama adalah bahwa senyawa aktif utamanya masih belum sepenuhnya teridentifikasi. Studi fitokimia mengungkapkan bahwa akarnya mengandung tanin, flavonoid, dan beberapa terpenoid, sementara keberadaan alkaloid masih belum jelas.
Ini adalah situasi yang tidak biasa dalam penelitian herbal. Biasanya ilmuwan mengidentifikasi senyawa aktif terlebih dahulu, lalu meneliti efeknya. Pada muira puama, efeknya sudah terlihat secara konsisten pada berbagai studi, tapi "aktor utama" di balik semua efek itu masih dalam penyelidikan.
Studi yang menilai aktivitas antioksidan in vitro dari tanaman Amazon termasuk muira puama menunjukkan tindakan penyapuan radikal bebas yang signifikan, mendukung penggunaan tradisional untuk peradangan.
Batas yang JelasDengan semua temuan menjanjikan ini, ada satu hal yang perlu digarisbawahi. Potensi afrodisiaknya belum dikonfirmasi secara eksperimental atau klinis, meskipun beberapa efeknya seperti aktivitas antidepresan dan antioksidan mungkin meningkatkan performa seksual.
Sebagian besar penelitian masih berada di tingkat hewan percobaan dan studi in vitro. Uji klinis acak berskala besar pada manusia masih sangat terbatas. Penelitian menunjukkan bahwa muira puama berpotensi meningkatkan fungsi seksual pada pria dan wanita dengan meningkatkan aliran darah dan memengaruhi sistem limbik otak. Tersedia dalam berbagai bentuk seperti kapsul, teh, dan tinktur, tapi konsultasi dengan tenaga kesehatan direkomendasikan sebelum menggunakannya karena potensi interaksi obat





