Pengacara di Depok Diduga Diteror, Drone Bawa Granat Replika Jatuh di Rumahnya

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Polisi menyelidiki dugaan teror terhadap seorang pengacara. Teror itu diduga dilakukan menggunakan drone yang membawa benda menyerupai granat dan surat ancaman ke rumahnya di Bojongsaru Depok, Jawa Barat.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto membenarkan adanya laporan tersebut. Menurut dia, polisi langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari korban.

“Benar, petugas telah menerima laporan adanya benda mencurigakan yang menempel pada drone dan diduga menyerupai granat. Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas kepolisian langsung mendatangi lokasi, mengamankan TKP, memasang police line, serta berkoordinasi dengan Tim Gegana Brimob dan Inafis untuk penanganan lebih lanjut,” kata Budi, Senin (6/7).

Budi mengatakan, hasil pemeriksaan Tim Gegana Brimob memastikan benda yang semula dicurigai sebagai bahan peledak itu bukan granat aktif.

“Berdasarkan hasil olah TKP dan penanganan oleh Tim Gegana Brimob, benda yang semula dicurigai sebagai bahan peledak tersebut dipastikan merupakan barang yang menyerupai atau replika granat, bukan bahan peledak. Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap peristiwa tersebut, termasuk meminta keterangan pelapor dan para saksi,” ujarnya.

Diduga Akibat Kasus Dugaan Sengketa Lahan

Sementara itu, Tim Kuasa Hukum Ahli Waris Arjuna HyperBowling, Wilson Colling, mengatakan dugaan aksi teror tersebut menimpa salah satu anggota timnya, Novianus Martin Bau (38).

Menurut Wilson, Novianus telah melaporkan dugaan pengancaman ke Polres Metro Depok setelah sebuah drone membawa granat replika disertai secarik kertas bertuliskan ancaman jatuh di halaman rumahnya di Perumahan Daun Hijau Residence, Pondok Petir, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, Jawa Barat, pada Minggu (5/7) dini hari.

Wilson menduga peristiwa itu berkaitan dengan perkara sengketa lahan Arjuna HyperBowling di Kedoya, Jakarta Barat yang sedang ditangani tim kuasa hukum ahli waris. Saat ini, kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh kepolisian.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wacana Jokowi Hadir di Persidangan, Ini Pro dan Kontra yang Muncul
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Jurgen Klopp Sepakat Jadi Pelatih Baru Timnas Jerman, Gantikan Nagelsmann
• 22 jam lalumedcom.id
thumb
Difasilitasi Dasco, Menaker Yassierli Respons Isu PHK 90% Karyawan Tokopedia
• 2 jam lalubisnis.com
thumb
Bukan "Lebay", Ini Tanda Nyeri Haid yang Sebenarnya Tidak Normal
• 55 menit lalucumicumi.com
thumb
Bareskrim Berduka Bripda Nopandri Gugur dalam Penggerebekan Bandar Sabu
• 23 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.