Sengketa Lahan HyperBowling Kedoya Ternyata Sudah Bergulir sejak 2013

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Sengketa lahan yang kini membuat Arjuna HyperBowling di Kedoya Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, berhenti beroperasi ternyata bukan perkara baru.

Kuasa hukum ahli waris menyebut konflik kepemilikan lahan tersebut telah bergulir sejak 2013 dan sempat berujung proses pidana sebelum dinyatakan sebagai perkara perdata oleh pengadilan.

"Dalam fakta persidangan, lalu dilakukan sidang lokasi, PT Arjuna letak tanahnya tidak di situ. Adanya di RT 01 dan RW 02 yang jaraknya 2 kilo(meter)," ujar kuasa hukum ahli waris lahan Arjuna HyperBowling, Wilson Colling, saat dihubungi Kompas.com, Senin (6/7/2026).

Baca juga: Rumah Kuasa Hukum Ahli Waris Lahan Arjuna Hyperbowling Diteror, Polisi Selidiki

Namun, majelis hakim kemudian menjatuhkan putusan ontslag van alle rechtsvervolging atau lepas dari segala tuntutan hukum karena menilai perkara tersebut merupakan sengketa perdata.

Wilson menjelaskan, pokok sengketa dalam perkara tersebut bukan terletak pada keabsahan hak atas tanah, melainkan perbedaan objek tanah yang diklaim oleh masing-masing pihak.

Menurut dia, hal itu telah menjadi pertimbangan dalam putusan Pengadilan Jakarta Barat.

"Iya, duduk perkaranya itu kan harusnya perbedaan objek. Perbedaan objek itu bukan didalilkan dengan asumsi-asumsi kita, tapi berdasarkan amar putusannya Pengadilan Jakarta Barat," kata Wilson.

Wilson mengatakan, hasil sidang pemeriksaan setempat juga menjadi salah satu dasar pihaknya menyatakan lokasi tanah milik PT Arjuna berbeda dengan lahan yang kini disengketakan.

Meski demikian, ia menegaskan pihaknya tidak mempersoalkan legalitas hak guna bangunan (HGB) milik PT Arjuna.

Baca juga: Benda yang Jatuh di Rumah Tim Hukum Ahli Waris Lahan Arjuna HyperBowling Bukan Granat

"Iya. Makanya saya selalu mengatakan hak bangunan mereka itu sah, tapi tidak menjadi sah kalau objeknya di situ," tutur Wilson.

HyperBowling tak lagi beroperasi

Di tengah sengketa yang kembali mencuat, Arjuna HyperBowling kini tidak lagi beroperasi.

Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi pada Senin pagi, tidak terlihat aktivitas di dalam gedung yang selama ini digunakan sebagai arena bowling dan biliar.

Hanya beberapa tenant makanan di deretan bangunan sekitar lokasi yang masih melayani pengunjung.

Area sekitar HyperBowling juga dijaga puluhan orang. Saat Kompas.com hendak memasuki area gedung untuk kepentingan peliputan, dua orang yang berjaga langsung menghampiri dan menanyakan tujuan kedatangan.

Baca juga: Tim Hukum Ahli Waris Lahan Hyperbowling Lapor Polisi soal Dugaan Teror Benda Mirip Granat

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Setelah dijelaskan untuk keperluan jurnalistik, salah seorang penjaga mengizinkan pengambilan gambar dari luar area gedung.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kubu Nadiem Makarim Laporkan 4 Hakim Kasus Korupsi Chromebook ke KY
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
Pelan-Pelan Mulai Rebound, Apakah IHSG Sudah Sentuh Bottom?
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Pejabat Kongo Peringatkan Wabah Ebola Berpotensi Sebabkan 1.000 Kematian per Hari jika Menyebar ke Kamp Pengungsian
• 22 jam lalupantau.com
thumb
Teheran tutup sepenuhnya ruang udara untuk prosesi pemakaman Khamenei
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
6 Penyebab Siksa Kubur yang Diungkap Rasulullah SAW, Salah Satunya dari Urusan Sepele
• 22 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.