Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Mandiri Taspen atau Bank Mantap tengah menjajaki kerja sama dengan PT Pegadaian (Persero) guna memperluas bisnis perseroan ke investasi emas. Kerja sama ini diharapkan dapat mengantarkan Bank Mantap menjadi bullion bank pada 2028.
Division Head Strategic Business Development Bank Mandiri Taspen Agus Syaiful Anwar menyampaikan, saat ini perseroan tengah merampungkan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU). Pada saat yang sama, Bank Mantap telah menyampaikan rencana tersebut ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui revisi Rencana Bisnis Bank (RBB).
“Mengenai fitur emas, kita lagi jajaki kerja sama dengan Pegadaian,” kata Agus, dikutip pada Senin (6/7/2026).
Perseroan sendiri telah memiliki roadmap untuk bisnis emas tersebut. Untuk tahap awal, Agus mengungkapkan bahwa perseroan akan menjadi partner Pegadaian untuk menjadi referral produk tabungan emas, yang diharapkan dapat mulai terealisasi pada kuartal IV/2026.
Kemudian pada tahap kedua atau pada 2027, perseroan berencana untuk masuk ke layanan cicil emas. Lalu pada tahun berikutnya, Bank Mantap menargetkan dapat menjadi bullion bank.
“Tahun depannya lagi, tahun 2028 Bank Mantap seharusnya udah bisa jadi bullion bank,” ujarnya.
Baca Juga
- Bank Mandiri Taspen (Mantap) Targetkan Naik ke KBMI 3 pada 2028
- Antisipasi 70 Juta Lansia pada 2045, Bank Mantap Siapkan Produk hingga Ekosistem Kesehatan
- Ini yang Bikin Kinerja Perbankan Sulsel Kembali Tumbuh Membaik
Agus mengatakan, salah satu syarat sebuah bank dapat beroperasi sebagai bullion bank yakni memiliki modal inti paling sedikit Rp14 triliun atau masuk dalam kategori KBMI 3.
Saat ini, perseroan berada di KBMI 2, dengan modal inti sebesar Rp9,34 triliun hingga kuartal I/2026. Perseroan bahkan telah memiliki target untuk naik kelas ke KBMI 3 pada 2028.
Selain bekerja sama dengan Pegadaian, Bank Mantap juga berencana menggandeng provider crowdfunding agar dapat menggaet nasabah-nasabah di luar segmen pensiunan. Langkah ini merupakan salah satu upaya perseroan untuk meningkatkan dana murah (Current Account Saving Account/CASA).
“Karena kalau enggak dari pensiunan ya memang ceruk market atau potensi CASA-nya ya segitu aja,” pungkasnya.





