VIVA – Kasus dugaan kekerasan yang dilakukan oleh seorang oknum polisi aktif berpangkat Aiptu masih menyita perhatian publik.
Setelah berkenalan dengan pelaku, korban seorang wanita berinisial M (30) diketahui merupakan istri siri yang mendapat kekerasan selama hampir 2,5 tahun.
M didampingi Tim Hotman 911, melaporkan oknum polisi itu ke Bareskrim Polri atas dugaan kekerasan dan penganiayaan berulang.
Selama menjalin hubungan, pelaku kerap memaksa korban mengonsumsi narkotika, hingga penyiksaan yang mengakibatkan luka bakar hampir di seluruh tubuhnya.
Korban mengalami luka bakar hingga 47 persen, terutama di sebelah kiri akibat disiram cairan kimia bahan baku pembuat narkoba berjenis sabu.
Begini kronologi saat korban terkena cairan kimia oleh terduga pelaku.
Luka Bakar yang Dialami KorbanMenurut penjelasan dari kuasa hukum korban, Raden Reza Pramadia mengungkapkan korban mengalami luka bakar hingga 47 persen.
Awalnya, saat korban diminta untuk meracik narkoba jenis sabu, tanpa sengaja korban melakukan kesalahan hingga membuat terduga pelaku naik pitam.
Terlapor menyalakan api yang agak besar, kemudian korban takut terkena api dan memperingatinya.
Akhirnya cairan kimia panas bahan baku sabu itu disiram kepada korban.
“Jadi lagi disuruh meracik sabu, mungkin namanya baru kemudian ada kesalahan apa, si terduga pelaku ini marah. Jadi dia nyalain api agak besar, terus korban kan takut kena api mungkin bilang apa. Akhirnya itu (cairan kimia) diambil terus disiramin ke korban,” ungkap Raden Reza Pramadia pada tayangan YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo.
- Dok. Istimewa
Karena dirinya adalah oknum polisi, maka seluruh barang bukti seketika dibersihkan olehnya sebelum mengantar korban ke rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit, pelaku membuat alibi ke dokter karena ledakan tabung gas. Sementara ia memberitahukan keluarga karena kecelakaan motor.
“Si terduga pelaku ini karena dia oknum polisi, dia langsung bersihkan barang bukti semua itu. Terus diantar ke rumah sakit sama temannya dia bareng berdua. Pas di rumah sakit bilangnya karena ledakan tabung gas, tapi kalau ke keluarga kecelakaan motor,” jelas Reza.
Awalnya, pihak rumah sakit curiga bahwa luka tersebut tidak disebabkan oleh ledakan tabung gas. Namun, para tenaga medis ingin fokus untuk mengobati korban.





