HARIAN.FAJAR.CO.ID, TANA TORAJA – Kelangkaan elpiji 3 kilogram (kg) di Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara terus dikeluhkan masyarakat. Di sejumlah kios, harga satu tabung bahkan mencapai Rp50 ribu.
Meski demikian, Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Minanga Jaya Abadi, satu-satunya SPBE yang beroperasi di Toraja, mengklaim pasokan elpiji 3 kg tetap aman. Tidak mengalami pengurangan.
Manager Operasional SPBE Minanga Jaya Abadi, Yudi Kurniawan, mengatakan pihaknya tetap beroperasi normal dan melakukan pengisian sesuai Delivery Order (DO) yang diterbitkan Pertamina setiap hari.
“Seluruh pengisian kami laksanakan berdasarkan Delivery Order (DO) yang diterbitkan setiap hari,” ujarnya, Senin (6/7/2026).
Yudi menjelaskan, SPBE Minanga Jaya Abadi mengisi sekitar 6.160 tabung elpiji 3 kg setiap hari. Jumlah tersebut dapat bertambah apabila alokasi harian dari Pertamina meningkat.
“Jadi semua tergantung permintaan dan Delivery Order (DO) dari Pertamina,” tuturnya.
Menurutnya, kelangkaan dan tingginya harga elpiji di tingkat masyarakat kemungkinan disebabkan oleh persoalan distribusi, bukan pasokan di SPBE.
“Kewenangan SPBE hanya melakukan pengisian. Adapun distribusi kepada masyarakat dilakukan oleh agen dan pangkalan dengan pengawasan dari dinas terkait, salah satunya Dinas Perdagangan, serta aparat. Jadi semua pihak memang harus bertindak,” jelasnya.
Sementara itu, berdasarkan pantauan di lapangan, harga elpiji 3 kg di sejumlah kios di Tana Toraja dan Toraja Utara masih tergolong tinggi.
Satu tabung dijual dengan harga berkisar antara Rp35 ribu hingga Rp50 ribu dan ketersediaannya pun masih terbatas. (edy)





