JAKARTA, KOMPAS - Jakarta Kreatif Festival 2026 membukukan transaksi senilai Rp 55 miliar selama dua hari penyelenggaraan pada 4-5 Juli 2026. Festival ini juga menghasilkan komitmen pembiayaan korporasi senilai Rp 575 miliar serta menghasilkan kerja sama antara perbankan dan sineas muda untuk mendukung pengembangan industri kreatif.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jakarta Iwan Setiawan mengatakan, berakhirnya Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026 bukan sekadar penutupan sebuah festival, melainkan menjadi awal untuk memperkuat sinergi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan digitalisasi di Jakarta.
”JKF diharapkan menjadi momentum untuk terus menggerakkan UMKM, memperkuat ekonomi kreatif, dan mempercepat digitalisasi di Jakarta,” ujar Iwan, Senin (6/7/2026).
Menurut Iwan, capaian JKF tahun ini menunjukkan bahwa kreativitas, inovasi, dan kolaborasi mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
Selama dua hari penyelenggaraan pada 4-5 Juli 2026 di Istora Senayan, Jakarta Pusat, festival ini mempertemukan pemerintah, dunia usaha, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), komunitas kreatif, akademisi, lembaga keuangan, media, dan masyarakat dalam satu ruang kolaborasi.
Sinergi lintas sektor tersebut dinilai menjadi modal penting bagi Jakarta untuk menyongsong usia lima abad sekaligus memperkuat posisinya sebagai kota global yang berdaya saing.
JKF 2026 mencatat nilai transaksi sebesar Rp 55 miliar, melampaui target Rp 40 miliar sekaligus meningkat dibandingkan capaian tahun lalu yang sebesar Rp 21 miliar.
Nilai transaksi tersebut berasal dari penjualan produk UMKM serta berbagai kesepakatan pembiayaan dan ekspor yang membuka peluang pasar lebih luas bagi pelaku usaha.
Selain itu, melalui Program Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI), perbankan berkomitmen untuk menyalurkan pembiayaan kepada korporasi senilai Rp 575 miliar.
Di sektor industri kreatif, festival ini juga menghasilkan komitmen kerja sama antara perbankan dan sineas muda peserta Jakarta Youth Film Festival. Kolaborasi tersebut menunjukkan industri kreatif, termasuk film dan musik, memiliki potensi besar menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi baru di Jakarta.
Antusiasme masyarakat terhadap penyelenggaraan JKF 2026 juga cukup tinggi. Selama dua hari penyelenggaraan, festival ini diikuti 377 tenant yang terdiri atas 290 tenant UMKM serta 87 tenant layanan, edukasi, dan komunitas yang berkolaborasi dengan 67 lembaga maupun instansi. Total pengunjung yang hadir mencapai 15.000 orang.
Berbagai kompetisi yang digelar turut mendapat sambutan positif dengan melibatkan 1.940 peserta. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi Jakarta Youth Film Festival, Band Competition, Swara Bankers, JKF Fun Padel Competition, Festival Pangan Olahan, Lomba Dakwah Ekonomi Syariah, hingga Festival Urban Farming.
Sekretaris Daerah Provinsi Jakarta Uus Kuswanto mengatakan, penyelenggaraan JKF 2026 membuktikan bahwa kreativitas, inovasi, dan kolaborasi merupakan fondasi penting dalam membangun perekonomian Jakarta yang maju dan berkelanjutan.
Menurut Uus, momentum JKF semakin penting menjelang peringatan lima abad Kota Jakarta dan transformasi menuju kota global. Karena itu, penguatan ekonomi kreatif, digitalisasi, inovasi, serta pemberdayaan UMKM akan terus menjadi pilar utama dalam meningkatkan daya saing ekonomi Jakarta.
Ia berharap JKF terus berkembang sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, komunitas, dan pelaku UMKM sehingga akses pembiayaan dan pasar semakin luas, transformasi digital semakin cepat, serta semakin banyak inovasi dan wirausaha baru yang tumbuh di Jakarta.
”Semangat kolaborasi yang terbangun melalui JKF diharapkan mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi Jakarta yang semakin inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global,” kata Uus.
Sementara itu, Gubernur Jakarta Pramono Anung mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta terus memperkuat daya saing ibu kota sebagai kota global sekaligus pusat perekonomian nasional.
Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan ekonomi, percepatan digitalisasi, hingga pengembangan sektor ekonomi kreatif sebagai sumber pertumbuhan baru.
Menurut Pramono, berbagai upaya tersebut mulai menunjukkan hasil. Pada triwulan I 2026, ekonomi Jakarta tumbuh 5,59 persen dengan kontribusi sebesar 16,67 persen terhadap perekonomian nasional.
Jakarta juga menjadi motor utama digitalisasi ekonomi nasional. Sebanyak 38 persen transaksi menggunakan QRIS di Indonesia berasal dari Jakarta.
Saat ini, seluruh 153 pasar yang dikelola Pemprov Jakarta telah menerapkan pembayaran digital melalui QRIS. Selain itu, 422.261 pelaku UMKM di Jakarta juga telah mengadopsi sistem pembayaran tersebut.
Pramono mengatakan, penguatan digitalisasi dan ekonomi kreatif akan terus didorong sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru Jakarta. Karena itu, Pemprov Jakarta akan melanjutkan berbagai program, mulai dari digitalisasi pasar hingga penguatan ekosistem ekonomi kreatif, untuk memperluas akses UMKM terhadap ekonomi digital.
Berbagai festival dan agenda yang diselenggarakan Pemprov Jakarta juga dinilai mampu mendorong aktivitas ekonomi. Selain menarik banyak pengunjung, kegiatan tersebut meningkatkan transaksi, menggerakkan pelaku usaha, serta memperbesar perputaran uang di ibu kota.
Salah satu contohnya adalah Jakarta Festive Wonders 2026 yang berlangsung pada 4-31 Maret 2026 dan berhasil mencatat nilai transaksi hingga Rp 67,5 triliun. Sementara itu, rangkaian perayaan HUT ke-499 Jakarta juga menghasilkan perputaran uang sekitar Rp 2,4 triliun.
Pramono juga mencontohkan kebijakan pembebasan tiket masuk ke sejumlah destinasi wisata milik Pemprov Jakarta yang dinilai mampu mendorong aktivitas ekonomi.
Di Ancol, misalnya, jumlah pengunjung pada 28 Juni 2026 mencapai sekitar 80.000 orang, jauh melampaui rekor sebelumnya yang berkisar 30.000-32.000 pengunjung.
Lonjakan tersebut turut mendongkrak pendapatan kawasan wisata itu. Jika sebelumnya net profit tertinggi hanya sekitar Rp 1,5 miliar dalam sehari, pada 28 Juni nilainya melonjak menjadi Rp 6,5 miliar.
Peningkatan serupa juga terjadi di Taman Margasatwa Ragunan. Setelah tiket masuk digratiskan pada 28 Juni 2026, jumlah pengunjung mencapai sekitar 135.500 orang. Angka itu melampaui rekor sebelumnya yang berada di kisaran 102.000 pengunjung dalam sehari.





