Jakarta (ANTARA) - Polisi tengah mengusut penyebab kebakaran yang menewaskan seorang lansia bernama Suratman berusia 81 tahun di RT 15 RW 08 Palmerah, Jakarta Barat.
"Penyebab kebakarannya itu dalam proses penyelidikan Reskrim Polsek Palmerah. Kita ketahui ada satu yang meninggal dengan usia 81 tahun dan memang itu saat ini pun sudah ditangani oleh Polsek Palmerah," kata Kapolsek Palmerah AKP Parman Nainggolan di lokasi kebakaran, Senin.
Parman menyebut penyidik telah memeriksa lokasi kejadian serta mengambil keterangan dari sejumlah saksi di Tempat Kejadian Perkara (TKP).
"Sampai saat ini sudah diambil (keterangan) saksinya. Mudah-mudahan secepatnya bisa membuat terang dari untuk (penyebab) terjadinya kebakaran ini," tutur Parman.
Lebih lanjut, pihak kepolisian juga meminta PLN untuk menginspeksi instalasi listrik di wilayah setempat, termasuk kabel-kabel udara yang tampak semrawut. Menurutnya, inspeksi perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya kejadian serupa.
"Kita akan sampaikan bagaimana kita melakukan upaya-upaya dini untuk menjaga supaya tidak terjadi lagi kebakaran. Memang ini adalah permukiman yang padat penduduk. Jadi perlu untuk membuat instalasi listriknya lebih bagus kalau kita mau menghindari korsleting listrik," tutur Parman.
Adapun dalam kunjungannya ke lokasi kebakaran, pihak Kepolisian telah memberikan bantuan sembako dan santunan bagi para korban kebakaran.
"Kita berikan bantuan. Itu bentuk kepedulian kita sebagai pemangku keamanan di wilayah Kecamatan Palmerah," pungkas Parman.
Sebelumnya, seorang lansia berusia 81 tahun yang tewas dalam kebakaran rumah di RT 15/RW 08, Palmerah, Jakarta Barat, diduga sempat membakar lilin sebelum peristiwa nahas itu terjadi pada Minggu (5/7) malam.
Menurut Ketua RT 15/RW 08, Palmerah, Jakarta Barat, Ali Hamzah, lilin itulah yang diduga menjadi pemicu kebakaran tersebut.
"Beliau dari sore itu nyari lilin sama kabel. Entah mau dibuat apa. Tapi sekitar jam 6 sore, sekitar selesai shalat magrib, sudah ada asap di dalam (rumah korban). Ternyata, dia sudah menggunakan lilin. Lilin dibakar, kebetulan mejanya beralaskan kain. Jadi, lilinnya jatuh, terbakar, asap," ujar Ali kepada wartawan di lokasi kejadian, Senin siang.
Kemudian, lanjut Ali, api dengan cepat menjalar ke bangunan lain karena sebagian besar bangunan di lokasi tersebut berbahan kayu. Kobaran api pun sempat merambat hingga ke tiang listrik di sekitar permukiman warga.
“Di sini banyak rumah kayu, jadi cepat tembus apinya. Kalau rumah batu, masih bisa menahan, tapi yang kayu habis semua,” kata Ali.
Dia pun mengaku sempat mendobrak pintu rumah korban karena menduga masih ada orang di dalam. Namun, pencariannya belum membuahkan hasil.
“Kita sempat nyari keluar semua, takutnya beliau lari keluar. Saya juga sempat nendang pintu karena kirain pintunya buka ke dalam, ternyata bukanya ke luar,” tutur Ali.
Korban kemudian ditemukan sekitar pukul 21.00 WIB di dekat kamar mandi dalam kondisi tertimbun puing kebakaran.
Jenazah ditemukan oleh petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) bersama aparat kepolisian dengan menggunakan bantuan senter.
“Waktu itu, puingnya sudah tinggi. Baru PPSU sama polisi pakai lampu, terus kelihatan korban di dekat kamar mandi,” ungkap Ali.
Dalam peristiwa tersebut, sebanyak enam bangunan terdampak kebakaran dengan total tujuh kepala keluarga (KK).
Baca juga: Seorang lansia tewas dalam kebakaran rumah di Palmerah Jakbar
Baca juga: Kebakaran landa permukiman warga di Palmerah Jakbar
Baca juga: Padat penduduk, kebakaran landa rumah dua lantai di Palmerah Jakbar
"Penyebab kebakarannya itu dalam proses penyelidikan Reskrim Polsek Palmerah. Kita ketahui ada satu yang meninggal dengan usia 81 tahun dan memang itu saat ini pun sudah ditangani oleh Polsek Palmerah," kata Kapolsek Palmerah AKP Parman Nainggolan di lokasi kebakaran, Senin.
Parman menyebut penyidik telah memeriksa lokasi kejadian serta mengambil keterangan dari sejumlah saksi di Tempat Kejadian Perkara (TKP).
"Sampai saat ini sudah diambil (keterangan) saksinya. Mudah-mudahan secepatnya bisa membuat terang dari untuk (penyebab) terjadinya kebakaran ini," tutur Parman.
Lebih lanjut, pihak kepolisian juga meminta PLN untuk menginspeksi instalasi listrik di wilayah setempat, termasuk kabel-kabel udara yang tampak semrawut. Menurutnya, inspeksi perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya kejadian serupa.
"Kita akan sampaikan bagaimana kita melakukan upaya-upaya dini untuk menjaga supaya tidak terjadi lagi kebakaran. Memang ini adalah permukiman yang padat penduduk. Jadi perlu untuk membuat instalasi listriknya lebih bagus kalau kita mau menghindari korsleting listrik," tutur Parman.
Adapun dalam kunjungannya ke lokasi kebakaran, pihak Kepolisian telah memberikan bantuan sembako dan santunan bagi para korban kebakaran.
"Kita berikan bantuan. Itu bentuk kepedulian kita sebagai pemangku keamanan di wilayah Kecamatan Palmerah," pungkas Parman.
Sebelumnya, seorang lansia berusia 81 tahun yang tewas dalam kebakaran rumah di RT 15/RW 08, Palmerah, Jakarta Barat, diduga sempat membakar lilin sebelum peristiwa nahas itu terjadi pada Minggu (5/7) malam.
Menurut Ketua RT 15/RW 08, Palmerah, Jakarta Barat, Ali Hamzah, lilin itulah yang diduga menjadi pemicu kebakaran tersebut.
"Beliau dari sore itu nyari lilin sama kabel. Entah mau dibuat apa. Tapi sekitar jam 6 sore, sekitar selesai shalat magrib, sudah ada asap di dalam (rumah korban). Ternyata, dia sudah menggunakan lilin. Lilin dibakar, kebetulan mejanya beralaskan kain. Jadi, lilinnya jatuh, terbakar, asap," ujar Ali kepada wartawan di lokasi kejadian, Senin siang.
Kemudian, lanjut Ali, api dengan cepat menjalar ke bangunan lain karena sebagian besar bangunan di lokasi tersebut berbahan kayu. Kobaran api pun sempat merambat hingga ke tiang listrik di sekitar permukiman warga.
“Di sini banyak rumah kayu, jadi cepat tembus apinya. Kalau rumah batu, masih bisa menahan, tapi yang kayu habis semua,” kata Ali.
Dia pun mengaku sempat mendobrak pintu rumah korban karena menduga masih ada orang di dalam. Namun, pencariannya belum membuahkan hasil.
“Kita sempat nyari keluar semua, takutnya beliau lari keluar. Saya juga sempat nendang pintu karena kirain pintunya buka ke dalam, ternyata bukanya ke luar,” tutur Ali.
Korban kemudian ditemukan sekitar pukul 21.00 WIB di dekat kamar mandi dalam kondisi tertimbun puing kebakaran.
Jenazah ditemukan oleh petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) bersama aparat kepolisian dengan menggunakan bantuan senter.
“Waktu itu, puingnya sudah tinggi. Baru PPSU sama polisi pakai lampu, terus kelihatan korban di dekat kamar mandi,” ungkap Ali.
Dalam peristiwa tersebut, sebanyak enam bangunan terdampak kebakaran dengan total tujuh kepala keluarga (KK).
Baca juga: Seorang lansia tewas dalam kebakaran rumah di Palmerah Jakbar
Baca juga: Kebakaran landa permukiman warga di Palmerah Jakbar
Baca juga: Padat penduduk, kebakaran landa rumah dua lantai di Palmerah Jakbar





