Bahlil: Anggaran Negara dengan CNG Bisa Lebih Hemat Hingga Rp 30 T

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan produk compressed natural gas (CNG) dapat menghemat anggaran negara sekitar Rp 30 triliun, yang bisa dimanfaatkan untuk keperluan program lain.

"Kalau katakanlah 25 persen, kali 30 persen, berarti, kan, Rp 27 triliun sampai Rp 30 triliun bisa kita lakukan efisiensi. Ini, kan, bisa kita bangun untuk yang lain-lain lagi gitu lho. Tapi semuanya ini dalam proses tahapan uji coba yang ketiga, ya," kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/7).

Bahlil juga mengatakan produk CNG 3 kg akan lebih murah hingga 40 persen dari LPG 3 kg. Pemerintah sedang menguji coba proyek CNG 3 kg jadi alternatif LPG 3 kg yang saat ini bergantung pada impor. Bahlil menyebut uji coba sudah memasuki tahap ketiga dan akan rampung bulan ini.

"CNG itu dilakukan uji coba tahap ketiga. Kalau uji coba tahap ketiganya insyaallah berhasil, baru bisa kita implementasikan. Karena apa? Karena tabung 3 kilonya itu, kan, tekanannya itu kan sekitar 200 sampai 250 bar. Ini kita harus hati-hati," ujarnya.

"Insyaallah di bulan Juli ini selesai, baru kemudian kita umumkan, ya. Kita doakanlah lebih cepat lebih baik," lanjutnya.

Bahlil mengungkapkan harga CNG akan lebih kompetitif dibandingkan LPG. Pasalnya, bahan baku utama CNG berupa metana bisa didapatkan di dalam negeri, sementara bahan baku propana dan butana untuk LPG mayoritas harus diimpor.

"Yang jelas harganya lebih murah 30 sampai 40 persen daripada LPG. Kalau 30 sampai 40 persen sekarang subsidi kita berapa? Rp 86 triliun sampai Rp 90 triliun," pungkasnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas), Laode Sulaeman, mengatakan sejauh ini terdapat 15 tabung CNG 3 kg yang diimpor China. Proyek tersebut dinamakan Tabung Merah Putih.

“Namanya tabung merah putih. Saat ini (impor) dari China saja. Jadi bulan Juli ini sedang dibuat prototype untuk diuji, belasan lah mungkin sekitar 15 setara 3 kg,” ungkapnya saat ditemui di kompleks DPR RI, Senin (29/6).

Laode menjelaskan bahwa tabung tersebut memiliki teknologi tipe 4, dengan material komposit yang jauh lebih ringan dari tipe sebelumnya. Dengan demikian, masyarakat tidak terbebani dengan beratnya bobot tabung.

Untuk sementara ini, lanjut Laode, uji coba akan dilaksanakan bertahap di kota-kota besar di Pulau Jawa karena sudah memiliki infrastruktur pipa gas. Sebab, pasokan gas untuk CNG akan diprioritaskan melalui pipa transmisi.

Selanjutnya, pengadaan tabung CNG 3 kg secara masif akan dilakukan oleh suatu badan usaha, sehingga pemerintah tidak menggelontorkan anggaran. Namun, Laode tidak menjelaskan dengan rinci terkait hal tersebut.

"Setelah uji yang 15 (tabung) tadi dievaluasi insyaallah setelah itu kita bisa lanjutkan. Pengadaannya ada nanti, ada skema pengadaan. Jadi yang jelas pemerintah tidak mengeluarkan alokasi untuk hal tersebut," tutur Laode.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Titik Demo di Jakarta Hari Ini, Ratusan Polisi Siaga
• 9 jam laluliputan6.com
thumb
Stand Bapenda Sumut 'Anti Celingak-Celinguk'! Sutan Tolang Lubis Garansi "Tanya Apa Saja, Langsung Dijawab'
• 3 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Dasco Buka Suara soal Postingan Ucapan Ultah untuk Nadiem Makarim
• 1 jam laluokezone.com
thumb
Bareskrim siap dukung penyidikan korupsi-TPPU pengadaan batu bara
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
PDI-P Minta Jokowi Transparan soal Ijazah Saat Safari, Relawan Gibran: Ini Lawakan Politik
• 16 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.