Prabowo Utus Menlu dan Ketua MPR Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei

kompas.id
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS — Menteri Luar Negeri Sugiono dan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Ahmad Muzani direncanakan bertolak ke Teheran, Iran, untuk menghadiri prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Saat ini, pemerintah masih menunggu kepastian waktu dan lokasi kehadiran menyusul masih berlangsungnya rangkaian prosesi penghormatan di sana.

"Rencananya yang akan berangkat Menlu RI (Sugiono) bersama dengan Ketua MPR RI (Ahmad Muzani)," ujar Menteri Luar Negeri Sugiono di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (6/7/2026).

Dengan demikian, kehadiran delegasi Indonesia untuk prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tidak lagi diwakili sebatas oleh Duta Besar RI di Teheran, Rolliansyah Soemirat.

Sugiono menjelaskan, pada awalnya Indonesia memang menugaskan Duta Besar RI untuk Iran, Rolliansyah Soemirat, untuk mewakili pemerintah. Hal ini karena saat kabar pemakaman diterima, pemerintah tengah disibukkan dengan berbagai agenda kunjungan kenegaraan krusial di dalam negeri yang membuat sejumlah pejabat kunci tidak memungkinkan untuk segera bertolak ke Iran.

Namun, tantangan akses di lapangan sempat menjadi kendala, termasuk saat Rolliansyah tidak dapat memasuki area Grand Mosalla di Teheran yang menjadi tempat persemayaman Ayatollah. Selain itu, otoritas Iran sempat membatasi akses kunjungan pejabat setingkat menteri ke lokasi tersebut hanya pada 2 Juli, sehingga pemerintah tidak memungkinkan untuk segera mengirimkan delegasi pengganti.

Namun, setelah koordinasi intensif dilakukan, pemerintah akhirnya memastikan kehadiran delegasi pada rangkaian pemakaman yang rencananya dilaksanakan di Mashhad, Iran, Kamis (9/7/2026). Langkah ini merupakan wujud penghormatan mendalam Indonesia atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran tersebut di tengah padatnya prosesi yang berlangsung.

”Saat ini kami masih menunggu jawaban terkait waktu dan lokasi kehadiran delegasi, mengingat terdapat rangkaian prosesi pemakaman yang sedang berlangsung,” ujar Sugiono.

Baca JugaBagaimana Suasana Pemakaman Ali Khamenei?

Terkait prosedur kehadiran, Sugiono mengakui bahwa tantangan utama saat ini lebih pada pengaturan situasi di lapangan. Terlebih, jenazah Ayatollah diketahui telah dipindahkan dari Teheran menuju Masjdad sejak 3 Juli lalu.

Meski demikian, komunikasi intensif terus dilakukan mengingat antusiasme massa yang sangat besar dalam memberikan penghormatan terakhir. ”Pihak Iran masih berupaya mencari titik atau lokasi yang memungkinkan untuk menerima kunjungan delegasi kita,” pungkas Sugiono.

Rangkaian prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei sendiri telah dimulai sejak Minggu (5/7/2026), saat shalat jenazah dilangsungkan di Grand Mosalla, Teheran, yang diikuti oleh puluhan ribu pelayat. Pada Senin ini, peti jenazah dijadwalkan diarak melewati sejumlah jalan protokol di pusat kota Teheran sebagai bagian dari penghormatan terakhir masyarakat.

Prosesi kemudian berlanjut ke kota suci Qom pada Selasa (7/7/2026), sebelum dibawa ke Karbala dan Najaf di Irak pada Rabu (8/7/2026). Akhir dari rangkaian penghormatan tersebut adalah prosesi pemakaman yang rencananya akan dilaksanakan di Mashhad, kota kelahiran mendiang, pada Kamis (9/7/2026).

Baca JugaKhamenei, Pemimpin yang Disegani Dunia

Di sisi lain, aspek keamanan menjadi perhatian utama di tengah prosesi yang melibatkan banyak delegasi asing tersebut. Esmail Moghaddam, mantan Jenderal Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) yang kini memimpin Universitas Pertahanan Nasional Iran, menilai risiko serangan selama rangkaian pemakaman tergolong kecil, meski potensi ancaman dari pihak musuh tetap diwaspadai.

Moghaddam memastikan, pemerintah tidak akan mengabaikan sekecil apa pun potensi ancaman keamanan sepanjang rangkaian upacara yang berlangsung pada 4-9 Juli 2026. ”Jika terjadi gangguan atau aksi militer, persiapan yang diperlukan telah disiapkan. Meski kita berada dalam tahap gencatan senjata dan pelaksanaan perjanjian damai, kami tidak dapat sepenuhnya mengontrol perilaku mereka,” ujar Moghaddam di Teheran, Minggu (5/7/2026).

Pihak berwenang juga berupaya keras mengantisipasi terulangnya kekacauan seperti saat pemakaman pendahulu Khamenei, Ayatollah Ruhollah Khomeini, pada 1989 silam. Kala itu, laporan kantor berita IRNA mencatat sedikitnya 10 juta orang memadati lokasi, yang memicu kerumunan berdesak-desakan hingga menewaskan lebih dari 10 orang serta menyebabkan 10.000 lainnya terluka.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mengapa Masa Berlaku SIM 5 Tahun? Begini Penjelasannya
• 7 jam lalumedcom.id
thumb
Proses Penyehatan BUMN, Pemerintah Libatkan Kejaksaan Agung hingga BPK
• 10 jam laluidxchannel.com
thumb
Kode Terang-terangan dari Persib! Ole Romeny Bakal Susul Ragnar Oratmangoen dan Sandy Walsh?
• 22 jam laluviva.co.id
thumb
PM Singapura Lawrence Wong Bertemu Prabowo Hari Ini, Catat Rute yang Terkena Rekayasa Lalu Lintas
• 16 jam laludisway.id
thumb
FULL! Problem Haji 2026, Ormas Islam di DPR: MUI, PBNU, Muhammadiyah Soroti Murur-Dam Haji
• 4 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.