Jakarta, VIVA – Pemerintah memutuskan menyempurnakan program pelatihan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dengan menempatkan keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan peserta sebagai prioritas utama. Penyempurnaan dilakukan tanpa mengurangi kualitas pembentukan karakter maupun kompetensi peserta yang dipersiapkan untuk mengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari mengatakan perubahan tersebut merupakan hasil evaluasi menyeluruh pemerintah terhadap pelaksanaan program pelatihan SPPI.
Menurutnya, pemerintah ingin memastikan metode pelatihan semakin tepat sasaran sekaligus lebih ramah terhadap kondisi fisik dan mental para peserta.
"Kami ingin mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya profesional dan berintegritas, tetapi juga siap menyongsong program-program prioritas pemerintah dengan penuh rasa percaya diri," kata Qodari dalam keterangannya, Senin, 6 Juli 2026.
Pembentukan Karakter Tetap DipertahankanQodari menegaskan penyempurnaan pelatihan tidak mengubah tujuan utama program SPPI.
Nilai-nilai dasar seperti pembentukan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, serta rasa cinta tanah air tetap menjadi bagian penting dalam proses pelatihan.
Perbedaannya terletak pada metode pelaksanaan yang kini disesuaikan agar lebih efektif sekaligus memperhatikan kondisi peserta selama mengikuti program.
Pemerintah berharap pendekatan tersebut mampu menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sekaligus karakter yang kuat.
"Kami akan melihat lahirnya generasi penggerak yang tidak hanya kompeten secara keilmuan, tetapi juga memiliki karakter yang tangguh dan semangat bela negara," ujar Qodari.
Metode Pelatihan Diubah Jadi Lebih HumanisSalah satu perubahan utama dalam penyempurnaan program adalah penyesuaian konsep pelatihan.
Apabila sebelumnya pelatihan menggabungkan latihan dasar kemiliteran dengan materi manajerial yang cukup padat, kini pemerintah mengubah pendekatan tersebut menjadi pelatihan bela negara yang dipadukan dengan pelatihan manajerial.
Melalui perubahan ini, pemerintah ingin menghadirkan proses pembelajaran yang lebih humanis tanpa menghilangkan esensi pembentukan karakter peserta.
Menurut Qodari, metode baru tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program SPPI sekaligus menghasilkan lulusan yang siap menjalankan tugas di lapangan.
Disiapkan Kelola Koperasi Desa Merah PutihProgram SPPI dirancang untuk mencetak lulusan yang nantinya bertugas sebagai pengelola dan manajer pada Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) serta Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).





