Jateng Disebut Bakal Jadi Kandang Gajah, Elite PDIP: Siapa yang Bikin Hoaks?

jpnn.com
20 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah menanggapi singkat ketika ditanya awak media terkait pernyataan seorang politikus PSI yang bilang Jawa Tengah bakal menjadi kandang gajah setelah Presiden ketujuh RI Joko Widodo (Jokowi) menggelar safari politik.

"Siapa yang bikin hoaks?" kata dia ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/7).

BACA JUGA: Jaga Jateng Tetap Kandang Banteng, Ganjar: Jangan Sampai Ada yang Mencuri!

Sebelumnya, Ketua DPW PSI Jawa Tengah Antonius Yogo Prabowo mengaku telah melaporkan perkembangan konsolidasi partai di provinsi beribu kota Semarang ke Jokowi.

Laporan itu, kata dia, menjadi bagian dari persiapan sebelum eks Gubernur Jakarta melakukan safari politik ke Jateng.

BACA JUGA: Kandang Banteng Cuma Mitos, Eks Ketua KPU Jateng Nilai Anies-Muhaimin Punya Peluang

Yogo menyebut salah satu tujuan kunjungan tersebut adalah memastikan Jawa Tengah menjadi basis kuat PSI.

"Yang jelas tugas kami hari ini mempersiapkan untuk bapak turun, untuk Bapak keliling Jateng memastikan bahwa Jateng benar-benar sebagai Kandang Gajah," ungkapnya kepada awak media Jumat (2/7).

BACA JUGA: Prabowo-Gibran Menang di Kandang Banteng, Tim 8 RJBBP Sulut Beri Penjelasan Begini

Sementara itu, pengamat politik Jamiluddin Ritonga menilai tidak mudah bagi PSI menjadikan Jateng sebagai kandang gajah.

Adapun, Jateng secara politik menjadi daerah kekuasaan PDIP dan kerap disebut kandang Banteng.

"Tentu tidak mudah. Ada dua penyebab utamanya," kata Jamiluddin melalui layanan pesan, Senin.

Jamiluddin menyebut pengaruh Jokowi dan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri berbeda di Jateng.

"Jokowi lebih populis dan Megawati cendrung ideologis," katanya.

Dia mengatakan pengaruh Jokowi lebih personal, berbasis populis, dan berorientasi pada bantuan sosial (bansos). 

Menurut Jamiluddin, pendekatan Jokowi ini lebih pragmatis dan dapat mendongkrak elektoral dalam waktu singkat.

Namun, ungkap dia, pengaruh Jokowi tidak mengakar di masyarakat.

Pengaruh itu akan cepat berubah bila popularitas eks Wali Kota Solo meluntur dan masyarakat tidak mendapat bansos.

"Jadi, hubungan Jokowi dengan calon pemilih lebih sesaat. Calon pemilih akan berpindah haluan bila mereka tak memperoleh manfaat ekonomi dari Jokowi," katanya.

Jamiluddin di sisi lain merasa pengaruh Megawati lebih bertumpu pada mesin ideologis dan kultural PDIP yang sudah mengakar sejak Orde Baru. 

Dia menuturkan pendekatan Megawati mampu menghasilkan pemilih tradisional PDIP yang memiliki loyalitas ideologis yang kuat.

"Pendekatan Megawati menciptakan huhungan yang kuat dengan massa pendukungnya. Hal itu menghasilkan pendukung militan terhadap Megawati," kata Jamiluddin. 

Dia menilai perbedaan pengaruh itu membuat PSI sulit menggeser PDIP sebagai penguasa politik di Jateng.

"Pengaruh Jokowi yang populis masih sulit mengalahkan pengaruh Megawati yang ideologis di Jawa Tengah," ungkapnya.

Kedua, ujar Jamiluddin, perolehan kursi PSI pada Pileg 2024 untuk DPRD Jawa Tengah menguatkan prediksi partai yang dipimpin Kaesang Pangarep sulit menjadikan provinsi itu sebagai kadang gajah. 

"PSI hanya memperoleh dua kursi, sementara PDIP menyabet 33 kursi," katanya.

Dia mengatakan jumlah kursi yang sangat minim menjadikan PSI di Jateng sebagai partai gurem, padahal pada Pileg 2024 parpol itu sudah memakai mengampanyekan diri dekat dengan Jokowi.

"Jokowi saat itu juga masih presiden yang memiliki modal politik, modal ekonomi, dan modal sosial. Namun, perolehan kursi PSI untuk DPRD Jawa Tengah tetap sangat sedikit," katanya. (ast/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!

BACA ARTIKEL LAINNYA... Demo Ala Cak Nun di Kandang Banteng


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Aristo Setiawan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polisi Buru Jaringan Narkoba yang Sebabkan 3 Anggota Polri Gugur di Katingan: Sudah Ada Titik Terang
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Sikap Orang yang Terlahir Tanpa Privilege Tapi Sukses di Masa Depan
• 8 jam lalubeautynesia.id
thumb
Luhut dan Tony Blair Bahas Percepatan Pemerintahan Digital Berbasis AI untuk Tingkatkan Layanan Publik
• 23 jam lalupantau.com
thumb
KPK Geledah Beberapa Lokasi di Kuansing Terkait Kasus Suap Pelepasan Hutan
• 22 jam lalukatadata.co.id
thumb
Di Hadapan Prabowo, PM Wong Undang Siswa Sekolah Garuda Ikuti Pertukaran Pelajar ke Singapura
• 20 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.