VIVA – Presiden FIFA, Gianni Infantino akhirnya angkat bicara mengenai polemik penangguhan hukuman penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, yang membuat sang pemain tetap dapat tampil menghadapi Belgia pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Infantino menegaskan keputusan tersebut sepenuhnya berada di tangan badan yudisial FIFA yang bekerja secara independen tanpa campur tangan pihak mana pun, termasuk Presiden AS, Donald Trump.
"Badan yudisial FIFA bekerja secara independen tanpa campur tangan pihak mana pun. Independensi mereka sangat penting bagi kredibilitas dan integritas sepak bola, dan hal itu harus selalu dihormati," ujar Infantino.
- JAMIE SQUIRE/GETTY IMAGES VIA AFP
Pria berusia 56 tahun itu juga menegaskan setiap keputusan disiplin diambil berdasarkan Kode Disiplin FIFA, regulasi yang berlaku, serta fakta-fakta yang terdapat dalam setiap perkara.
Disisi lain, Infantino juga membenarkan bahwa dirinya menerima panggilan telepon dari Presiden AS, Donald Trump terkait kasus Balogun. Meski demikian, ia membantah adanya intervensi terhadap proses pengambilan keputusan.
"Saya memang menerima telepon dari Presiden Donald Trump, sebagaimana saya juga menerima telepon dari kepala negara, pejabat pemerintah, dan para pemangku kepentingan sepak bola dari berbagai belahan dunia," katanya.
Menurut Infantino, dalam percakapan tersebut ia menjelaskan kepada Trump bahwa kasus Balogun sedang ditangani oleh badan yudisial FIFA yang independen dan keputusan akan ditetapkan sesuai mekanisme yang berlaku.
"Begitulah sistem FIFA bekerja, dan prinsip itu akan selalu saya junjung tinggi," tegasnya.
Sebelumnya, keputusan Komite Disiplin FIFA yang menangguhkan hukuman satu pertandingan terhadap Balogun memicu protes dari Federasi Sepak Bola Belgia (RBFA). Federasi tersebut mengajukan gugatan atas keputusan itu karena menilai Balogun seharusnya menjalani sanksi larangan bermain.
Namun, FIFA menolak gugatan RBFA dengan alasan federasi tersebut tidak memiliki kedudukan hukum untuk mengajukan banding dalam perkara disiplin yang dimaksud.
Di akhir pernyataannya, Infantino mengakui tidak selalu sependapat dengan setiap putusan Komite Disiplin FIFA. Kendati demikian, ia menegaskan tetap menghormati seluruh keputusan yang dihasilkan oleh badan yudisial FIFA sebagai bagian dari prinsip independensi lembaga.
"Terkadang saya setuju, terkadang saya tidak setuju. Namun, saya selalu menghormati keputusan tersebut dan otonomi badan yang membuatnya," ujar Infantino. (Ant)





