Terkini, Makassar — Putra Bulukumba Butta Panrita Lopi dengan rekam jejak akademik dan riset internasional, Ansariadi, S.KM., M.Sc.PH., Ph.D., kini resmi memimpin Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas).
Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., melantik Ansariadi sebagai Dekan FKM Unhas, Selasa (7/7/2026) hari ini.
Pria kelahiran Tanah Beru, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, itu dipercaya menakhodai FKM Unhas setelah menempuh perjalanan panjang di dunia akademik, riset, kepemimpinan, dan pengabdian di bidang kesehatan masyarakat.
Sebelum dilantik sebagai dekan, Ansariadi menjabat Direktur Kemitraan Unhas. Rekam jejaknya di lingkungan FKM Unhas juga terbilang panjang.
Ia pernah dipercaya menjabat Wakil Dekan Bidang Akademik dan Riset FKM Unhas serta Ketua Departemen Epidemiologi. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan akademiknya sebelum dipercaya memimpin fakultas.
Dalam proses penjaringan calon dekan di tingkat fakultas, Ansariadi terpilih secara aklamasi oleh seluruh anggota Senat FKM Unhas.
Kepada Makassar Terkini, Ansariadi menyatakan siap menjalankan amanah yang diberikan Rektor Unhas. Ia menegaskan komitmennya untuk membawa FKM Unhas menjadi institusi pendidikan yang unggul, berdampak, dan mampu bersaing di tingkat global.
Ucapan selamat Kerukunan Masyarakat Bulukumba“Insyaallah, kami siap menjalankan amanah yang diberikan oleh Rektor Unhas. Kami berkomitmen menjadikan FKM Unhas unggul, berdampak, dan berdaya saing global,” ujar Ansariadi yang juga sebagai Dewan Pakar BKP Kerukunan Masyarakat Bulukumba Sulawesi Selatan ini.
Putra Tanah Beru dengan Rekam Jejak InternasionalAnsariadi lahir di Tanah Beru, Bulukumba, pada 1972. Ia mengawali pendidikan tingginya dengan menempuh program Sarjana Kesehatan Masyarakat di Universitas Hasanuddin.
Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, ia melanjutkan studi Master of Science in Public Health di Griffith University, Brisbane, Australia. Gelar doktor kemudian diraihnya dari Monash University, Australia.
Pengalaman profesional Ansariadi tidak hanya terbatas di lingkungan kampus. Selepas bencana tsunami Aceh, ia sempat bertugas sekitar dua tahun bersama Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) di Banda Aceh.
Sebagai dosen Departemen Epidemiologi FKM Unhas, Ansariadi aktif dalam berbagai penelitian. Fokus risetnya antara lain berkaitan dengan hubungan faktor lingkungan dan perilaku terhadap kesehatan ibu, anak, dan remaja.
Ia pernah bekerja sebagai peneliti di Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Jakarta, dalam uji coba program Skrining dan Pengobatan Malaria pada Kehamilan atau STOPMiP di Sumba dan Timika.
Penelitian tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan London School of Hygiene and Tropical Medicine (LSHTM), Inggris.
Ansariadi juga terlibat dalam penelitian kesehatan remaja bersama Australia Indonesia Centre (AIC). Riset tersebut melibatkan Universitas Hasanuddin, University of Melbourne, dan Monash University.
Pimpin Sejumlah Riset InternasionalJejak Ansariadi dalam dunia penelitian terus berkembang melalui berbagai kolaborasi internasional.
Ia dipercaya menjadi Ketua Tim Peneliti proyek Revitalising Informal Settlements and their Environments (RISE), sebuah program penelitian jangka panjang di Makassar yang melibatkan Monash University serta sejumlah perguruan tinggi dari Inggris, Amerika Serikat, dan Australia.
Sejak 2022, Ansariadi juga memimpin studi kohort kelahiran di kawasan permukiman kumuh Makassar melalui kerja sama dengan Stanford University, Amerika Serikat.
Kiprahnya di bidang epidemiologi semakin terlihat ketika pandemi Covid-19 melanda. Saat itu, Ansariadi dipercaya menjadi Ketua Tim Epidemiologi yang membantu Pemerintah Kota Makassar dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam upaya pengendalian pandemi.
Pengalaman akademik internasionalnya juga cukup luas. Ia beberapa kali diundang sebagai peneliti tamu di sejumlah perguruan tinggi luar negeri.
Di antaranya London School of Hygiene and Tropical Medicine di Inggris, Northern Illinois University di Amerika Serikat, serta Charles Darwin University, Monash University, dan University of Sydney di Australia.
Dengan pengalaman akademik, kepemimpinan, riset, serta jejaring internasional yang dimilikinya, Ansariadi kini mengemban tanggung jawab baru untuk membawa FKM Unhas semakin berkembang.
Kepemimpinannya diharapkan dapat memperkuat posisi FKM Unhas sebagai institusi pendidikan kesehatan masyarakat sekaligus memperluas kontribusinya melalui pendidikan, riset, dan pengabdian yang berdampak di tingkat nasional maupun global.




