Di tengah penyelidikan kasus meninggalnya dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr. Icha, keluarga angkat bicara terkait munculnya isu baru yang menyeret kehidupan pribadi almarhumah.
Mereka menilai narasi mengenai hubungan asmara yang belakangan beredar justru berpotensi mengalihkan perhatian dari substansi perkara yang sedang diproses secara hukum.
Pihak keluarga menduga kemunculan isu tersebut merupakan bagian dari upaya membangun alibi baru yang dapat mengaburkan dugaan intimidasi terhadap dr. Icha yang kini tengah ditangani aparat penegak hukum.
Paman dr. Icha, Fabianus Banase, menegaskan keluarganya sama sekali tidak berniat mencampuri proses hukum. Sebaliknya, mereka memilih menunggu seluruh tahapan pemeriksaan yang sedang berlangsung di berbagai lembaga negara.
Namun, Fabianus mengaku sangat menyayangkan munculnya berbagai narasi liar yang mengaitkan kematian dr. Icha dengan persoalan hubungan asmara sepihak.
Baca Juga: Kemenkes Turun Tangan! Hasil Investigasi Kematian dokter Icha Akhirnya Terungkap!
Isu tersebut mencuat setelah kuasa hukum Therezius Lazakar dari Partai Golkar dan Nobertus Tubani dari PKB, yakni Amos Lafu, menyampaikan adanya dugaan persoalan lain di luar isu intimidasi.
Diketahui, Therezius Lazakar dan Nobertus Tubani merupakan dua dari tiga anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) yang dilaporkan ke Polda Nusa Tenggara Timur atas dugaan intimidasi terhadap dr. Icha. Satu anggota DPRD lainnya yang turut dilaporkan adalah Veronika Lake dari PDI Perjuangan.
Dalam pernyataannya, Amos mengatakan pihaknya memiliki sejumlah fakta yang menurutnya tidak berkaitan dengan dugaan intimidasi pada 13 Juni.
"Kami memiliki sejumlah fakta bahwa perkara ini tidak ada kaitannya dengan peristiwa tanggal 13 Juni atau dugaan intimidasi yang marak diberitakan di media. Ada banyak modus dan fakta yang beredar, termasuk menyangkut kapasitas klien kami sebagai anggota DPR. Ini juga tidak terlepas dari polemik politik, polemik asmara, dan polemik lain yang datanya masih kami himpun. Akan ada waktunya bagi kami untuk menyampaikannya kepada publik," kata Amos, dalam video beredar.
Baca Juga: 'Panggil Wartawan Saja' Viral, DPRD yang Dikaitkan dengan Kasus dr Icha Akhirnya Buka Suara
Meski demikian, Amos menegaskan pihaknya tetap menghormati keluarga almarhumah dan mengaku turut merasakan kehilangan atas peristiwa tersebut.
"Kami tetap menunjukkan empati dan rasa hormat, serta rasa kehilangan yang amat dalam kepada keluarga. Tapi kami juga tidak ingin ada pihak baik pejabat publik maupun masyarakat biasa yang mencoba mengambil keuntungan dari perkara kemanusiaan ini," ujarnya.
Pernyataan itu pun menjadi sorotan karena dinilai membuka kemungkinan adanya persoalan lain di balik kasus yang hingga kini masih menjadi perhatian publik. Sementara itu, keluarga dr. Icha berharap proses hukum tetap berjalan objektif dan fokus pada dugaan intimidasi yang sedang diusut, tanpa digiring oleh isu-isu lain yang belum terbukti kebenarannya.





