JAKARTA – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, M Qodari, menegaskan pemerintah berkomitmen menyempurnakan program pelatihan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang akan bertugas sebagai manajer di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Qodari mengatakan, pemerintah telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program tersebut. Hasilnya, konsep pelatihan yang semula berbasis latihan dasar militer diubah menjadi pelatihan bela negara yang dipadukan dengan penguatan kompetensi manajerial.
"Pemerintah tidak menutup mata. Pemerintah menerima setiap saran dari masyarakat sebagai wujud kepedulian bersama," kata Qodari dalam keterangannya, Selasa (7/7/2026).
Menurutnya, nilai-nilai utama seperti pembentukan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, serta rasa cinta tanah air tetap menjadi bagian dari pelatihan. Namun, metode pelaksanaannya disesuaikan agar lebih efektif dan lebih ramah terhadap kondisi fisik maupun mental peserta.
Qodari menegaskan, penyempurnaan tersebut dilakukan agar program semakin tepat sasaran.
Baca Juga:Berstatus ASN, Ketua Bawaslu Tambrauw Dipecat DKPP"Kami ingin mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya profesional dan berintegritas, tetapi juga siap menyongsong program-program prioritas pemerintah dengan penuh rasa percaya diri," ujarnya.
Ia optimistis perubahan metode pelatihan akan meningkatkan kepercayaan masyarakat karena mengedepankan pendekatan yang lebih humanis.
"Kami akan melihat lahirnya generasi penggerak yang tidak hanya kompeten secara keilmuan, tetapi juga memiliki karakter yang tangguh dan semangat bela negara," katanya.
Qodari menegaskan pemerintah berkomitmen mendampingi, melindungi, dan mengantarkan putra-putri terbaik bangsa menuju pengabdian kepada negara melalui program SPPI.
Ia juga menekankan bahwa keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan peserta menjadi prioritas utama selama pelatihan berlangsung.
"Tidak ada satu pun tujuan program pemerintah yang lebih penting daripada memastikan para peserta, sebagai kader bangsa, dapat belajar dan berlatih dengan aman, nyaman, dan optimal," pungkasnya.
Baca Juga:Prabowo Tinjau SRMP 17 Tabanan Disambut Tari Kecak SiswaSebagai informasi, sebelumnya lima calon manajer Koperasi Desa Merah Putih dilaporkan meninggal dunia setelah mengikuti latihan dasar militer. Masing-masing peserta disebut meninggal akibat kondisi medis yang berbeda-beda.
#nasional




