Bisnis.com, CIREBON — Aktivitas angkutan barang menggunakan kereta api di Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon mengalami penyusutan signifikan pada Mei 2026.
Dalam setahun terakhir, volume muatan di wilayah yang menjadi tulang punggung logistik kereta api Jawa Barat itu menyusut sekitar 5.100 ton, sehingga menjadi penyumbang terbesar penurunan kinerja angkutan barang berbasis rel di provinsi tersebut.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat menunjukkan volume angkutan barang di Daop 3 Cirebon turun dari 24.850 ton pada Mei 2025 menjadi 19.741 ton pada Mei 2026. Secara tahunan (year on year), penurunannya mencapai 20,56% atau setara berkurangnya sekitar 5.110 ton muatan.
Sebaliknya, Daop 2 Bandung mencatat penurunan yang lebih kecil. Volume angkutan barang turun dari 3.009 ton menjadi 2.710 ton atau berkurang sekitar 380 ton dalam periode yang sama. Secara persentase, penurunan di Daop 2 mencapai 12,41%.
Kepala BPS Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati mengatakan, secara keseluruhan volume angkutan barang kereta api di Jawa Barat pada Mei 2026 mencapai 22.450 ton atau turun 19,65% dibandingkan Mei tahun lalu yang mencapai 27.940 ton.
“Secara year on year, jumlah barang yang diangkut kereta api mengalami penurunan sebesar 19,65%. Penurunan terjadi di Daop 3 Cirebon sebesar 20,56% dan Daop 2 Bandung sebesar 12,41%,” ujar Margaretha, Selasa (7/7/2026).
Baca Juga
- Volume Angkutan Barang di Jateng Tumbuh Signifikan
- Angkutan Barang Dorong Kinerja Pelni
- BPS: Angkutan Barang Februari 2026 Anjlok di Seluruh Moda
Besarnya penurunan di Daop 3 Cirebon menjadi faktor dominan yang menekan kinerja logistik kereta api Jawa Barat. Pasalnya, wilayah tersebut menyumbang hampir 88% dari total volume angkutan barang kereta api di provinsi ini.
Selain mengalami penurunan tahunan, kata Margaretha, Daop 3 juga mencatat kontraksi secara bulanan (month to month). Dibandingkan April 2026, volume angkutan barang turun 19,86% dari 24.631 ton menjadi 19.740 ton. Sementara itu, Daop 2 Bandung justru menunjukkan perbaikan dengan kenaikan 13,50% dari 2,39 ribu ton menjadi 2,71 ribu ton.
Meski demikian, kenaikan di Bandung belum mampu mengimbangi pelemahan yang terjadi di Cirebon karena selisih volume angkut kedua wilayah tersebut sangat besar.
“Tercatat tren pelemahan masih berlangsung sepanjang lima bulan pertama 2026. Secara kumulatif Januari-Mei, volume angkutan barang kereta api di Jawa Barat turun 21,20% menjadi 94,38 ribu ton, dari 119,77 ribu ton pada periode yang sama tahun sebelumnya,” ujarnya.





