Dokter PPDS Unsrat Meninggal Dunia di Kamar Kos Usai Diduga Jadi Korban Bullying di RSUP Kandou Manado

disway.id
15 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Dokter Adrian Rantung ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di Manado.

Adrian diduga mengakhiri hidupnya karena mengalami perundungan atau bullying selama bertugas di RSUP Prof Dr RD Kandou Manado.

Korban diketahui merupakan seorang dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat).

BACA JUGA:Bupati Bogor Rudy Susmanto Hadiri Pisah Sambut Kapolda Jawa Barat, Perkuat Sinergi Keamanan Daerah

Selama menjalani PPDS, korban diduga mengalami tekanan psikis yang sangat berat akibat pola pendidikan di lingkungan tempatnya bekerja.

Hal itu diketahui lewat pesan tertulis yang ditemukan di kamar kos korban, pesan tersebut memunculkan dugaan praktik perundungan dari oknum senior maupun lingkungan rumah sakit pendidikan.

Kabar duka ini disampaikan oleh rekan sejawat, korban ditemukan meninggak di kamar kos usai absen dari jadwal jaga pada Minggu, 5 Juli 2026.

"Telah berpulang dr Adrian PPDS Anestesi Univ Sam Ratulangi Manado (RS Prof Dr Kandou). Ditemukan berpulang dengan kondisi sicde saat jadwal jaga Almarhum." dikutip dari akun Thread @radietyaalvarabie.

BACA JUGA:Sempat Viral di Media Sosial, Fakta Baru Kasus Pembakaran Tiga Santri di Lombok Tengah Terungkap

Akun tersebut juga membagikan tangkapan layar yang menginformasikan bahwa korban ditemukan tak bernyawa oleh rekan sejawat saat mendatangi tempat kos.

"Kejadiannya beliau semestinya jaga Minggu pagi ini, namun karena enggak datang, dicek ke kosannya. Diketok enggak dibukain, ternyata udah enggak bernyawa" tulis pesan tangkapan layar.

"Katanya yang menemukan sesama PPDS, karena menurut info almarhum PPDS semester awal, jadi tekanan pasti berat".

Meninggalnya dokter Adrian pun mengundang duka dan perhatian luas dari kalangan tenaga kesehatan. 

Ucapan belasungkawa turut disampaikan Kementerian Kesehatan melalui akun Instagram resminya sebagai bentuk penghormatan atas kepergian almarhum.

BACA JUGA:Kemendagri Kawal Target Program Bedah 400 Ribu Rumah Tidak Layak Huni pada 2026

Kemenkes RI Sampaikan Belasungkawa 
  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jordan Henderson Absen di Sisa Piala Dunia 2026, Cedera saat Selebrasi Berujung Operasi
• 22 jam lalumedcom.id
thumb
Sukses di Usia Muda Bukan Perlombaan, Mengapa Kita Sering Lupa?
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
PM India Narendra Modi Kunjungi DPR, Disambut Puan serta Prabowo-Gibran
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Polemik Pelatihan Kopdes Merah Putih, Tak Ada Latihan Tembak hingga Peserta Hamil Dapat Pendampingan
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
John Herdman Panggil 50 Pemain untuk Piala AFF 2026, Ada Pratama Arhan dan Dua Naturalisasi Baru
• 9 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.