Jalan Cinta di RT 11 RW 03 Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, mengalami keretakan dan amblas hingga menyulitkan pengendara untuk melintas.
Jalan yang amblas ini merupakan salah satu jalan alternatif yang setiap hari digunakan masyarakat sekitar sebagai akses utama menuju permukiman maupun berbagai aktivitas ekonomi lainnya.
Pantauan kumparan di lokasi, Selasa (7/7), terlihat jalan tersebut amblas dengan aspal yang miring dan retakan di sepanjang jalan. Sejumlah barikade terpasang di setiap ujung jalan sebagai penanda agar pengendara motor melintas secara bergiliran.
Menurut keterangan salah satu warga, Sarmin (52), warga menyiasati jalan retak tersebut dengan menyiapkan jalur alternatif terutama bagi kendaraan roda empat yang tidak dapat melewati sisi jalan yang amblas.
“Ya, menyiasatinya kita lewat jalur alternatif. Jalur alternatifnya itu aja kalau mobil cuma nggak bisa berseberangan, cuma gantian,” ujarnya.
Jalan Cinta tersebut dibangun sepanjang 100 meter dengan lebar sekitar 8 meter.
“Kalau panjang yang ambles sih kemungkinan kurang lebih 100 meter ada kayaknya. Lebar jalan ini 8 meter, cuma yang kena dampak ambles nih 7 meter,” tambahnya.
Amblas Akibat Aktivitas Pengerukan Kali Sunter
Warga mengatakan, Jalan Cinta tersebut amblas sejak bulan Maret 2026 lalu. Sejak saat itu, tanah terus mengalami penurunan secara perlahan hingga menyebabkan kondisi jalan semakin membahayakan.
Bendahara RT 11, Arif Mustofa (39) menjelaskan, jalan tersebut pertama kali amblas karena adanya aktivitas pengerukan Kali Sunter yang ada di samping jalan menggunakan alat berat yang terlalu besar, sehingga menyebabkan pergeseran tanah.
“Awal mulanya mungkin dari pengerukan kali itu mungkin ya tonansenya kebesaran. Jadi semakin getar, berasa yang pertama dampak sih rumah rumah yang di pinggir ini, berasa yang di pinggir kali ini mulai ada pergeseran dari teras ke jalanan,” ungkapnya.
Kerusakan itu semakin parah hingga mengalami kemiringan yang semakin hari semakin lebar.
“Ini kayaknya makin parah sih soalnya kalau pertama tuh nggak semiring ini, cuman berapa derajat gitu, lah ini sekarang udah hampir miring dan tambah lebar,” ungkapnya.
Peristiwa ini berdampak pada perekonomian masyarakat di sekitar lokasi kejadian sebab mobilisasi mereka terganggu karena harus memutar melalui jalan lain.
“Perekonomian terganggu karena masyarakat nih berputar melewati RT 11,” tambahnya.
Hingga kini perbaikan jalan yang amblas tersebut belum mendapatkan perhatian lebih dari Pemerintah Daerah (Pemda) setempat. Solusi sementara warga adalah menambahkan kayu serta tiang penahan agar jalan yang amblas tidak semakin melebar.
“Solusinya kalau dari awal kejadian baru hanya pemasangan kayu-kayu tiang pancang penahan aja sih, biar longsornya nggak tambah lebar. Selebihnya belum ada,” kata Arif.
Warga lain Sarmin (52) menyebut, pihak RT dan RW dan kelurahan setempat sudah melaporkan kerusakan jalan tersebut ke Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, namu belum mendapatkan tanggapan.
“Terus udah dari pihak RW RT itu udah minta dari kelurahan itu udah minta solusi dari Gubernur DKI itu kayaknya belum ada tanggapan sama sekali. Jadi minta tolong buat pihak terkait cepet dibenerin, warga RT 11 RW 03 Pulogadung ini biar aktivitas nggak terganggu," harapnya.





