Topan Maysak menyebabkan hujan badai dan banjir parah di wilayah Guangxi, China selatan pada Senin (6/7) waktu setempat. Dilaporkan sedikitnya dua orang tewas akibat bencana alam ini.
Hujan deras dilaporkan telah menjebol bendungan-bendungan.
Dilansir AFP, para pejabat di Nanning, ibu kota Guangxi, telah menaikkan respons darurat pengendalian banjir ke tingkat tertinggi.
Wali Kota Nanning dalam sebuah konferensi pers Senin (6/7) malam waktu setempat menyebut selain dua orang tewas ada 48 ribu warga yang dievakuasi.
"Dua orang telah dikonfirmasi tewas dan 48.000 telah dievakuasi sejauh ini," tulis AFP.
Dalam video CCTV yang beredar terlihat aliran deras air yang bercampur lumpur menjebol waduk Liulan. Sebuah bendungan di waduk Yunbiao juga jebol. Sementara itu, waduk Liuwang meluap.
Topan Maysak melemah menjadi badai tropis setelah mendarat di daratan China.
Pihak berwenang setempat telah memperingatkan bahwa badai kemungkinan masih akan membawa lebih banyak hujan ke Guangxi dan sebagian besar China selatan selama beberapa hari mendatang.
Kementerian Manajemen Darurat China menyatakan pemerintah pusat telah mengirimkan 1.372 petugas dan 140 perahu untuk membantu penyelamat lokal. Selain itu, 150 ribu unit persediaan bantuan bencana, termasuk tenda dan tempat tidur juga dikirim ke Guangxi.





