Bandung, VIVA – Mahasiswi semester dua Telkom University, Nadira Az-Zahra, akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat di wilayah Setiabudi, Kota Bandung, pada Senin dini hari, 6 Juli usai dinyatakan hilang selama sepekan.
Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP Anton, mengatakan Nadira yang merupakan warga Kecamatan Rancasari sebelumnya dilaporkan hilang sejak 30 Juni 2026. Ia ditemukan masih berada di wilayah Kota Bandung dalam kondisi sehat dan telah dipulangkan ke rumah untuk mendapatkan pendampingan dari keluarga.
"Hingga saat ini belum menemukan adanya indikasi tindak pidana dalam kasus hilangnya Nadira. Meski demikian, penyelidikan tetap akan dilanjutkan setelah kondisi Nadira memungkinkan untuk dimintai keterangan," kata Anton di Mapolrestabes Bandung, dikutip Selasa 7 Juli 2026.
Anton mengatakan, saat ditemukan Nadira diamankan oleh seseorang yang mengenali dirinya berdasarkan informasi yang sempat viral di media sosial. Penemuan tersebut kemudian segera dilaporkan kepada pihak keluarga dan kepolisian.
"Belum menemukan indikasi tindak pidana dalam kasus tersebut. Namun, proses penyelidikan akan terus dilakukan untuk memastikan kronologi dan penyebab hilangnya Nadira setelah yang bersangkutan siap memberikan keterangan kepada penyidik," katanya.
Sementara itu Pihak keluarga mengaku bersyukur atas ditemukannya Nadira dalam keadaan selamat. Meski secara fisik dalam kondisi baik, Nadira disebut masih belum dapat diajak berkomunikasi secara leluasa sehingga akses terhadapnya untuk sementara dibatasi hanya bagi keluarga inti.
"Keluarga juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran kepolisian, awak media, serta masyarakat yang telah membantu menyebarluaskan informasi mengenai hilangnya Nadira hingga akhirnya berhasil ditemukan," katanya.
Dalam keterangannya, keluarga menjelaskan Nadira ditemukan seorang diri oleh warga yang mengenali ciri-cirinya dari informasi yang beredar di media sosial. Seluruh barang bawaan milik Nadira, termasuk telepon genggam, laptop, tablet, dan tas, dipastikan masih lengkap.
Laporan Cepi Kurnia/tvOne Bandung





