JAKARTA, DISWAY.ID - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bakal mengutamakan kenaikan tarif untuk Transjabodetabek rute Blok M-Bandara Soekarno Hatta (Soetta)
Pramono menjelaskan bahwa sejak awal meresmikan Transjakarta rute Bandara, ia memang sudah merencanakan adanya penyesuaian tarif setelah tiga bulan beroperasi.
Namun sudah lebih dari tiga bulan, rencana kenaikan tarif tersebut belum juga terealisasi.
BACA JUGA:Polisi Gadungan Berkeliaran di Tangerang, Todong Ibu Rumah Tangga lalu Gasak Motor dan HP
Oleh karena itu, besaran tarif baru tersebut kini sedang dibahas secara intensif di DPRD DKI Jakarta.
"Memang harus diambil keputusan terutama untuk Transjabodetabek yang ke bandara yang pada waktu itu saya janjikan dalam waktu tiga bulan akan kita umumkan. Ini sudah lebih dari tiga bulan," kata Pramono di Jakarta Selatan pada Selasa, 7 Juli 2026.
Besaran kenaikan tarif yang diusulkan oleh Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) akan menjadi pertimbangan dalam pembahasan tersebut.
Seperti diketahui, DTKJ mengusulkan kenaikan tarif Rp10 ribu untuk Transjabodetabek yang saat ini tarifnya Rp3.500.
"Untuk usulan dari dewan transportasi tentunya segera akan dikaji oleh Pemerintah DKI Jakarta. Saya sudah mendapatkan usulan tersebut," pungkasnya.
BACA JUGA:Konyol, Aksi Bang Jago di Jagakarsa Ngaku Dapat Bisikan
DPRD DKI Jakarta menyatakan kekhawatirannya terkait usulan kenaikan tarif bus Transjabodetabek menjadi Rp10 ribu.
Kenaikan tarif itu dinilai terlalu tinggi dan nerpotensi memicu masyarakat yang tinggal di wilayah penyangg kembali beralih menggunakan kendaraan pribadi.
Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, M. Taufik Zoelkifli (MTZ) berpendapat usulan kenaikan tarif tersebut terlalu mahal bagi warga Bodetabek.
"Kalau Jakarta sendiri yang menetapkan Rp10.000, saya khawatir tujuan awal mengurangi kendaraan pribadi dari luar kota tidak tercapai," ujarnya kepada wartawan pada Senin, 6 Juli 2026.
Sementara, Ketua DTKJ, Sugihardjo menilai usulan kenaikan tarif Transjabodetabek itu masih terbilang murah.
- 1
- 2
- »





