Bisnis.com, JAKARTA — Produsen sepeda motor listrik Volta, anak usaha PT NFC Indonesia Tbk. (NFCX) tengah menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga pertumbuhan penjualan di tengah belum adanya kepastian mengenai kelanjutan insentif kendaraan listrik dari pemerintah.
Chief Marketing Officer PT Volta Indonesia Semesta, Wiwin Dwi Herawati mengatakan insentif memang berperan dalam mendorong adopsi sepeda motor listrik. Namun, menurutnya, perusahaan tidak menjadikan keberadaan insentif sebagai fondasi utama dalam menjalankan bisnis.
"Di tengah kondisi pasar yang belum stabil, kami tidak menutup mata bahwa tanpa insentif, tekanan terhadap harga jual memang nyata. Karena itu, kami sedang menata ulang struktur biaya secara menyeluruh," ujar Wiwin kepada Bisnis, dikutip Selasa (7/7/2026).
Dia menjelaskan langkah efisiensi dilakukan di berbagai lini, mulai dari pengadaan baterai, penguatan jaringan layanan, hingga penyempurnaan model kemitraan operasional. Upaya tersebut ditempuh agar harga kendaraan tetap kompetitif dari sisi total biaya kepemilikan.
Selain melakukan efisiensi, Volta juga memperluas kerja sama dengan lembaga pembiayaan untuk meningkatkan keterjangkauan produk di tengah belum adanya dukungan insentif pemerintah.
"Kami tidak bermain di perang harga jangka pendek. Fokus kami tetap pada total biaya kepemilikan [TCO], biaya operasional dan perawatan yang lebih rendah dibanding kendaraan konvensional, sehingga harga tetap kompetitif tanpa perlu diskon drastis," jelasnya.
Baca Juga
- Strategi Volta (NFCX) Kerek Penjulan saat Motor Listrik Tak Lagi Disubsidi
- Volta Milik Grup MCAS Harap Pemerintah Jor-joran Guyur Subsidi Motor Listrik
- Review Film Cash Out, Comeback John Travolta Jadi Perampok Romantis
Lebih lanjut, Wiwin mengatakan strategi harga kini disesuaikan dengan karakteristik pasar. Perusahaan menerapkan skema berbeda bagi segmen business-to-business (B2B) dan armada korporasi dibandingkan dengan konsumen ritel, sehingga dapat mengakomodasi kebutuhan masing-masing segmen sekaligus menjaga keberlanjutan bisnis.
Dari sisi operasional, Volta juga melakukan konsolidasi jaringan Stasiun Ganti Baterai dan main dealer secara bertahap untuk memastikan setiap titik layanan beroperasi secara optimal sebelum melakukan ekspansi lebih lanjut.
"Ini bagian dari disiplin yang kami terapkan di setiap fase pertumbuhan industri EV yang memang masih naik-turun," pungkasnya.
Berdasarkan laman resminya, model motor listrik Volta tersedia dengan harga yang beragam. Di antaranya yakni Volta eX senilai Rp17,85 juta, Volta MandalaX Rp23,9 juta, hingga Volta PatriotX seharga Rp26,8 juta.
Adapun, pemerintah sebelumnya menargetkan peluncuran insentif pembelian kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) pada Juni 2026. Namun, hingga kini kebijakan tersebut belum diumumkan. Pemerintah menyiapkan kuota insentif bagi 100.000 unit kendaraan listrik.
Untuk sepeda motor listrik, kabarnya akan memperoleh bantuan pembelian sekitar Rp5 juta per unit, sementara untuk mobil listrik, insentif direncanakan melalui skema pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP).





