Jakarta (ANTARA) - Dokter spesialis kedokteran olahraga dr. Antonius Andi Kurniawan, Sp.KO., Subsp.ALK (K) menyampaikan pentingnya memperhatikan kondisi cuaca, hidrasi, pilihan pakaian, pelindungan kulit, dan opsi lokasi ketika hendak berolahraga di luar ruangan semasa cuaca panas.
Selain mengecek informasi cuaca untuk memastikan suhunya tidak terlalu panas, ia mengatakan, mereka yang hendak berolahraga di luar ruangan sebaiknya mengupayakan tubuh terhidrasi sebelum, selama, dan sesudah berolahraga.
Kepada ANTARA di Jakarta pada Selasa, dr. Andi mengatakan bahwa mereka yang hendak berolahraga di luar ruangan saat cuaca panas sebaiknya mengupayakan tubuh terhidrasi sejak malam hari atau setidaknya dua sampai tiga jam sebelum berolahraga.
Menurut dia, pemeriksaan pemenuhan kebutuhan cairan tubuh bisa dilakukan dengan mengecek warna urine. Kalau tubuh terhidrasi dengan baik, maka warna urine saat kencing pada pagi hari akan kuning jernih atau kuning muda.
"Kalau misalnya kuning tua atau kuning keruh berarti kita tidak terhidrasi dengan baik. Jadi berolahraga di tempat panas hati-hati. Berarti artinya kondisi cairan dalam tubuh kita itu sangat rendah," dr. Andi menjelaskan.
Selain mengupayakan tubuh terhidrasi, ia melanjutkan, mereka yang ingin berolahraga di luar ruangan saat cuaca panas sebaiknya memperhatikan pilihan pakaian olahraga yang akan dikenakan.
Dia menyarankan pemakaian pakaian berwarna terang untuk berolahraga di luar ruangan. Pakaian berwarna terang lebih mampu memantulkan sinar matahari, tidak seperti pakaian berwarna gelap cenderung menyerap panas.
"Bahannya ringan, longgar, terus kemudian yang menyerap keringat," kata dokter lulusan Universitas Indonesia itu.
Dia juga merekomendasikan pemakaian tabir surya untuk melindungi kulit dari efek sinar matahari saat berolahraga di luar ruangan.
"Jangan lupa kita menyiapkan tabir surya, minimal SPF 30, atau bahkan sampai 50, supaya melindungi kulit kita dari sinar matahari," katanya.
Baca juga: Tanda tubuh mengalami dehidrasi dan cara mengatasinya
Mereka yang hendak berolahraga di luar ruangan semasa cuaca panas disarankan untuk merencanakan kegiatan, termasuk menentukan lokasi dan jalur yang hendak digunakan.
Lokasi dan jalur yang memiliki taman dan banyak pepohonan akan lebih teduh, jadi lebih kondusif untuk berolahraga semasa cuaca panas.
Selain itu, ada baiknya mengecek kualitas udara di lokasi olahraga. Area dengan tingkat polusi udara yang lebih rendah tentu lebih baik untuk berolahraga.
Dokter Andi mengatakan bahwa lebih baik berolahraga bersama teman agar bisa saling mengecek kondisi.
"Jangan berolahraga sendiri tapi dengan teman supaya kalau misalnya kita bisa saling melihat kondisi masing-masing, check and recheck kondisi teman kita tuh seperti apa," katanya.
Ia mengemukakan pentingnya mewaspadai tanda-tanda masalah seperti pusing, sakit kepala, mual, dan tubuh lemas ketika berolahraga di luar ruangan semasa cuaca panas.
Kram yang terjadi terus-menerus dan denyut jantung yang terasa lebih cepat dari biasanya, menurut dia, juga menandakan bahwa tubuh sedang mengalami tekanan.
"Kalau misalnya itu sudah terjadi pada otak kita, biasanya seseorang itu ngerasa bingung, bicaranya meracau, linglung, atau bahkan sampai gangguan kesadaran," katanya.
"Penting buat kita untuk memperhatikan dan tetap berhati-hati ketika memang cuacanya itu tidak baik," ia menambahkan.
Kalau mengalami tanda dehidrasi seperti rasa haus berlebih, lelah, pusing, detak jantung cepat, dan ritme napas cepat ketika berolahraga di luar ruangan semasa cuaca panas, maka disarankan untuk beristirahat dan segera minum banyak air putih.
Baca juga: Asupan kafein sebaiknya dikurangi semasa cuaca panas
Baca juga: Kiat terhindar dari dehidrasi hingga heat stroke saat cuaca panas
Selain mengecek informasi cuaca untuk memastikan suhunya tidak terlalu panas, ia mengatakan, mereka yang hendak berolahraga di luar ruangan sebaiknya mengupayakan tubuh terhidrasi sebelum, selama, dan sesudah berolahraga.
Kepada ANTARA di Jakarta pada Selasa, dr. Andi mengatakan bahwa mereka yang hendak berolahraga di luar ruangan saat cuaca panas sebaiknya mengupayakan tubuh terhidrasi sejak malam hari atau setidaknya dua sampai tiga jam sebelum berolahraga.
Menurut dia, pemeriksaan pemenuhan kebutuhan cairan tubuh bisa dilakukan dengan mengecek warna urine. Kalau tubuh terhidrasi dengan baik, maka warna urine saat kencing pada pagi hari akan kuning jernih atau kuning muda.
"Kalau misalnya kuning tua atau kuning keruh berarti kita tidak terhidrasi dengan baik. Jadi berolahraga di tempat panas hati-hati. Berarti artinya kondisi cairan dalam tubuh kita itu sangat rendah," dr. Andi menjelaskan.
Selain mengupayakan tubuh terhidrasi, ia melanjutkan, mereka yang ingin berolahraga di luar ruangan saat cuaca panas sebaiknya memperhatikan pilihan pakaian olahraga yang akan dikenakan.
Dia menyarankan pemakaian pakaian berwarna terang untuk berolahraga di luar ruangan. Pakaian berwarna terang lebih mampu memantulkan sinar matahari, tidak seperti pakaian berwarna gelap cenderung menyerap panas.
"Bahannya ringan, longgar, terus kemudian yang menyerap keringat," kata dokter lulusan Universitas Indonesia itu.
Dia juga merekomendasikan pemakaian tabir surya untuk melindungi kulit dari efek sinar matahari saat berolahraga di luar ruangan.
"Jangan lupa kita menyiapkan tabir surya, minimal SPF 30, atau bahkan sampai 50, supaya melindungi kulit kita dari sinar matahari," katanya.
Baca juga: Tanda tubuh mengalami dehidrasi dan cara mengatasinya
Mereka yang hendak berolahraga di luar ruangan semasa cuaca panas disarankan untuk merencanakan kegiatan, termasuk menentukan lokasi dan jalur yang hendak digunakan.
Lokasi dan jalur yang memiliki taman dan banyak pepohonan akan lebih teduh, jadi lebih kondusif untuk berolahraga semasa cuaca panas.
Selain itu, ada baiknya mengecek kualitas udara di lokasi olahraga. Area dengan tingkat polusi udara yang lebih rendah tentu lebih baik untuk berolahraga.
Dokter Andi mengatakan bahwa lebih baik berolahraga bersama teman agar bisa saling mengecek kondisi.
"Jangan berolahraga sendiri tapi dengan teman supaya kalau misalnya kita bisa saling melihat kondisi masing-masing, check and recheck kondisi teman kita tuh seperti apa," katanya.
Ia mengemukakan pentingnya mewaspadai tanda-tanda masalah seperti pusing, sakit kepala, mual, dan tubuh lemas ketika berolahraga di luar ruangan semasa cuaca panas.
Kram yang terjadi terus-menerus dan denyut jantung yang terasa lebih cepat dari biasanya, menurut dia, juga menandakan bahwa tubuh sedang mengalami tekanan.
"Kalau misalnya itu sudah terjadi pada otak kita, biasanya seseorang itu ngerasa bingung, bicaranya meracau, linglung, atau bahkan sampai gangguan kesadaran," katanya.
"Penting buat kita untuk memperhatikan dan tetap berhati-hati ketika memang cuacanya itu tidak baik," ia menambahkan.
Kalau mengalami tanda dehidrasi seperti rasa haus berlebih, lelah, pusing, detak jantung cepat, dan ritme napas cepat ketika berolahraga di luar ruangan semasa cuaca panas, maka disarankan untuk beristirahat dan segera minum banyak air putih.
Baca juga: Asupan kafein sebaiknya dikurangi semasa cuaca panas
Baca juga: Kiat terhindar dari dehidrasi hingga heat stroke saat cuaca panas





