Pramono Minta Dishub DKI Tertibkan ‘Pak Ogah’ di Jalan Protokol Jakarta

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memerintahkan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta untuk menertibkan keberadaan “Pak Ogah” di sejumlah jalan protokol di ibu kota.

“Saya sudah meminta kepada Dinas Perhubungan untuk tempat-tempat jalan-jalan protokol yang ada Pak Ogah-nya ditertibkan,” kata Pramono saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (7/7).

Lebih lanjut Pram mengatakan, penertiban akan dilakukan bersama Polda Metro Jaya agar pengaturan lalu lintas di jalan-jalan utama sepenuhnya dilakukan oleh petugas resmi.

“Karena saya pengin Jakarta menjadi lebih rapi, semuanya ditangani oleh Dinas Perhubungan dan juga tentunya dengan Polda Metro Jaya untuk lalu lintasnya. Mudah-mudahan membuat Jakarta lebih nyaman, lebih aman, lebih bisa dinikmati,” ujarnya.

Selain penertiban “Pak Ogah”, Pramono juga mendorong pembangunan shelter khusus ojol di berbagai lokasi di ibu kota sebagai solusi mengurangi kendaraan yang berhenti sembarangan untuk menjemput maupun menurunkan penumpang.

“Tujuan diadakan shelter ini adalah untuk menertibkan, agar lebih mudah bagi para pengguna lalu lintas yang menggunakan Grab atau yang lainnya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaluddin mengatakan Pemprov telah berkomitmen memperbanyak shelter melalui kerja sama dengan asosiasi properti, pengelola gedung, pusat perbelanjaan, serta operator transportasi daring.

“Untuk titik shelter akan kita perbanyak. Kami sudah berkomitmen juga dengan asosiasi properti, asosiasi pelaku usaha, dan juga mal-mal. Kita akan menentukan titik-titik mana yang akan kita bangun shelter. Dan seluruh aplikator, yaitu Grab, Gojek, juga siap untuk membangun bersama,” kata Budi.

Menurutnya, shelter juga akan dibangun di seluruh terminal milik Pemprov DKI. Terminal Pulogebang telah lebih dulu memiliki fasilitas tersebut dan selanjutnya akan diikuti terminal-terminal lainnya.

Selain itu, Dishub DKI juga akan menggandeng PT Kereta Api Indonesia untuk menghadirkan shelter di kawasan stasiun, terutama di Stasiun Palmerah yang memiliki mobilitas penumpang tinggi.

Budi menambahkan, seluruh shelter nantinya dapat dimanfaatkan secara gratis oleh pengemudi ojol dan beroperasi selama 24 jam.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Portugal Tersingkir! Spanyol Menang 1-0 Berkat Gol Dramatis Mikel Merino
• 15 jam lalueranasional.com
thumb
BI Beberkan Penyebab Rupiah Sempat Tembus Rp 18.000 per Dolar AS pada Juli 2026
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
PM India Narendra Modi Kunjungi DPR, Disambut Puan serta Prabowo-Gibran
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Truk Kontainer Rem Blong di Pandaan Pasuruan, 3 Orang Tewas
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
MLKI Apresiasi 13 Juli Jadi Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan YME: Simbol Keberagaman
• 21 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.