Kasus Dokter PPDS Meninggal, Pemerintah Diminta Evaluasi Praktik Pendidikan Dokter Spesialis

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita


JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) mengevaluasi pelaksanaan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) setelah meninggalnya seorang dokter PPDS di Manado bernama Adrian Rantung.

Menurut Yahya, evaluasi perlu dilakukan agar kasus dugaan perundungan atau bullying yang berulang di lingkungan PPDS tidak kembali memakan korban jiwa.

“Saya minta Kemenkes bersama Kemendikti Ristek melakukan evaluasi total atas praktik dokter PPDS agar tidak terulang kembali di masa depan. Karena kasus bullying sudah sangat sering terjadi dan mengakibatkan kasus kematian,” kata Yahya saat dikonfirmasi, Selasa (7/7/2026).

Baca juga: DPR Minta Kemenkes Buka Hasil Investigasi Kematian Dokter PPDS di RS Kandou Manado

Dalam hal ini, Yahya menyampaikan duka cita atas meninggalnya almarhum.

Dia pun turut meminta Kemenkes untuk menginvestigasi kasus tersebut secara transparan dan hasilnya dibuka ke publik.

“Libatkan tim independen dalam melakukan investigasi. Supaya hasilnya lebih objektif, tidak ditutup-tutupi. Selama ini investigasi yang dilakukan Kemenkes bersifat tertutup dan tidak pernah tuntas,” ujar dia.

Di sisi lain, dia mendorong kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut jika terbukti memiliki unsur pidana.

Diberitakan sebelumnya, Kementerian Kesehatan menginvestigasi kasus meninggalnya Adrian Rantung, seorang dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado.

Baca juga: Kemenkes Hentikan Sementara Pendidikan Prodi Anestesi di RS Kandou imbas Kasus Dokter PPDS Meninggal

Dari unggahan yang beredar di media sosial, Adrian diduga mengalami tekanan mental dan perundungan (bullying) selama masa pendidikan hingga berujung mengakhiri hidupnya.

"Kasus ini masih dalam proses investigasi oleh tim gabungan Kemenkes, Konsil Kedokteran Indonesia, Kolegium Anestesi dan Kemendiktisaintek," kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Aji Muhawarman dalam keterangannya, Senin (6/7/2026).

Sementara investigasi itu berjalan, kegiatan pendidikan prodi anestesi di RS Kandou dihentikan sementara sampai kasus tersebut menemui titik terang.

"Yang dihentikan hanya kegiatan pendidikannya, bukan prodinya," ujarnya.

Kemenkes bakal membuka kembali aktivitas PPDS di RS Kandou setelah ada hasil investigasi tim terhadap kasus tersebut.

Baca juga: Kemenkes Investigasi Kasus Meninggalnya Dokter PPDS di RS Kandou Manado

Sementara itu, Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI Azhar Jaya mengatakan bahwa kegiatan pembelajaran PPDS Anestesiologi dihentikan sementara untuk proses penyelidikan pihak kepolisian.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Iya, ini sudah menjadi perhatian kami. Kami sudah minta disetop dan dilakukan penyelidikan dengan melibatkan aparat penegak hukum," kata Azhar saat dikonfirmasi, Senin.

Adapun, penghentian PPDS Anestesi tersebut sesuai Keputusan Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado Nomor HK.02.03/D.XV/3421/2026 tentang Penghentian Sementara Kegiatan Pembelajaran Program Studi Anestesiologi di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado yang ditetapkan pada 6 Juli 2026.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gerindra Dukung Perpres LGBTQ: Negara Kita Tidak Mengenal Itu
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Peserta Program Magang Menurun, DPR Tekankan Akses dan Kualitas
• 6 jam lalupantau.com
thumb
Innalillahi, AHY Bawa Kabar Duka, Sebut SBY Syok dengan Kepergian Sosok Pria Ini: Bapak Sangat Kaget
• 11 jam lalugrid.id
thumb
Mbappe Kecam Senator Paraguay usai Komentar Rasis, Macron hingga Federasi Prancis Bereaksi
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Injak Kepala Kerbau Saat Dapat Gelar Adat, Jokowi: Jangan Ditarik Ranah Politik
• 54 menit lalukumparan.com
Berhasil disimpan.