Bisnis.com, JAKARTA — Produsen kendaraan listrik asal Vietnam, VinFast, terus memperkuat penetrasi di pasar sepeda motor listrik Indonesia sebagai bagian dari strategi memperluas adopsi kendaraan elektrifikasi di dalam negeri.
VinFast E-Scooter Indonesia Market CEO Yordan Satriadi mengatakan Indonesia merupakan salah satu pasar sepeda motor terbesar di dunia dengan penjualan mencapai 2,61 juta unit sepanjang Januari—Mei 2026.
Dia menilai prospek pertumbuhan sepeda motor listrik masih sangat besar lantaran pangsa pasarnya hingga kini masih berada di bawah 1% dari total penjualan sepeda motor baru. Kondisi tersebut, menurutnya, menunjukkan pasar masih berada dalam tahap membangun kepercayaan konsumen sekaligus memperkuat ekosistem pendukung.
"Oleh karena itu, VinFast mengadopsi pendekatan jangka panjang. Kami tidak hanya berfokus pada peluncuran produk, tetapi juga membangun ekosistem mobilitas listrik yang komprehensif untuk mengatasi berbagai hambatan adopsi," ujar Yordan kepada Bisnis, dikutip Selasa (7/7/2026).
Dia menjelaskan VinFast tetap optimistis terhadap prospek jangka panjang pasar kendaraan listrik di Indonesia. Menurutnya, pengembangan infrastruktur dan meningkatnya kepercayaan masyarakat akan menjadi faktor penting yang mendorong pertumbuhan kendaraan listrik dalam beberapa tahun mendatang.
Mengenai belum adanya kepastian insentif kendaraan listrik dari pemerintah, Yordan menegaskan kondisi tersebut tidak mengubah arah ekspansi perusahaan di Indonesia.
Baca Juga
- Spesifkasi dan Harga Motor Listrik VinFast Evo vs Vinfast Feliz II
- Pasar EV Small Hatchback April 2026: Geely EX2 dan Vinfast VF 5 Asapi BYD Atto 1
- VinFast Tambah Modal Rp6,7 Triliun, Perkuat Ekspansi Mobil Listrik
"Insentif pemerintah memang dapat mempercepat adopsi kendaraan listrik. Namun, strategi jangka panjang VinFast tidak hanya bergantung pada dukungan kebijakan yang bersifat jangka pendek," jelasnya.
Saat ini, VinFast memasarkan motor listrik Evo dan Feliz II di Indonesia, dengan harga mulai Rp18,98 juta melalui skema langganan baterai atau Rp26,26 juta termasuk dua unit baterai.
Selain menghadirkan sepeda motor listrik dengan sistem penukaran baterai, VinFast juga menggandeng mitra ekosistem, termasuk V-GREEN, untuk memperluas jaringan layanan battery swapping di Indonesia.
Di saat yang sama, perusahaan terus memperkuat jaringan dealer dan layanan purnajual. VinFast juga memberikan layanan penukaran baterai gratis selama satu tahun agar konsumen dapat merasakan biaya operasional yang lebih rendah sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap kendaraan listrik.
Sebagai bagian dari ekspansi di Indonesia, VinFast telah menginvestasikan lebih dari US$300 juta untuk membangun fasilitas produksi di Subang, Jawa Barat, dengan kapasitas awal 50.000 unit per tahun.
Dalam jangka menengah, perusahaan menargetkan total investasi mencapai US$1 miliar. Sejalan dengan itu, kapasitas produksi direncanakan meningkat menjadi 350.000 unit per tahun guna memenuhi permintaan pasar domestik sekaligus mendukung ekspor.





