Pantau - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat tata kelola kolaborasi dengan berbagai mitra melalui Gerakan Partisipasi Semesta Pendidikan Bermutu (PSPB) guna mendukung program revitalisasi sekitar 200 ribu satuan pendidikan di Indonesia.
Gerakan PSPB Perkuat Kolaborasi PendidikanSekretaris Jenderal Kemendikdasmen Suharti mengatakan besarnya jumlah sekolah yang masih membutuhkan revitalisasi memerlukan dukungan gotong royong dari berbagai pihak karena tidak dapat mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) semata.
Melalui Gerakan PSPB, Kemendikdasmen membuka ruang kolaborasi bagi dunia usaha, filantropi, organisasi masyarakat, komunitas, hingga individu sekaligus memperkuat tata kelola kemitraan untuk mendukung berbagai kebutuhan sekolah.
“Kebutuhan pembangunan pendidikan jauh melampaui kemampuan pemerintah jika hanya mengandalkan anggaran negara,” kata Suharti.
Ia menambahkan pemerintah tidak hanya berupaya memperluas akses pendidikan, tetapi juga meningkatkan kualitas pembelajaran serta menyediakan lingkungan belajar yang layak bagi jutaan peserta didik.
“Faktanya masih lebih dari 200 ribu sekolah yang rusak dan membutuhkan penanganan sehingga anak-anak bisa sekolah secara aman dan nyaman,” ujarnya.
Dukungan Tak Hanya Revitalisasi SekolahSuharti mengatakan kebutuhan pendidikan tidak berhenti pada pembangunan ruang kelas karena sekolah juga memerlukan dukungan peningkatan kapasitas guru, penyediaan bahan ajar digital, penguatan platform pembelajaran, hingga infrastruktur digital.
“Kebutuhan pendidikan masih sangat luas. Butuh pendampingan dan pelatihan bagi guru, penyediaan bahan ajar digital, penguatan platform digital, hingga infrastruktur pendidikan,” ungkapnya.
Menurutnya, Gerakan PSPB juga akan memprioritaskan dukungan pada digitalisasi pembelajaran, pemberian beasiswa, pelatihan guru, serta penanganan anak yang tidak bersekolah.




