PNUP Latih Warga Tamalanrea Indah Olah Sampah Organik Jadi Kompos, Dorong Pengelolaan Mandiri dan Ketahanan Pangan Urban

harianfajar
6 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) melalui Tim Pengabdian kepada Masyarakat menggelar sosialisasi dan pelatihan pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos bagi warga RW 05, Kelurahan Tamalanrea Indah, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Sabtu, 4 Juli.

Kegiatan ini menjadi langkah nyata PNUP dalam mendorong pengelolaan sampah rumah tangga berbasis masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan komunitas urban.

Pelatihan tersebut merupakan bagian dari program “Sinergi Komposter dan Hidroponik untuk Pengelolaan Sampah Organik dan Ketahanan Pangan Komunitas Urban”yang dilaksanakan PNUP bekerja sama dengan tim pengabdian dari Universitas Pejuang Republik Indonesia (UPRI) Makassar.

RW 05 Tamalanrea Indah dipilih sebagai lokasi kegiatan karena tingginya volume sampah organik harian di wilayah tersebut, terutama akibat padatnya hunian rumah kos di sekitar kawasan kampus Universitas Hasanuddin dan PNUP.

Dalam kegiatan ini, tim pengabdian memperkenalkan teknologi komposter vertikal yang dirancang sederhana, mudah dioperasikan, dan dapat diterapkan langsung di lingkungan rumah tangga.

Komposter tersebut dibuat dari drum plastik HDPE dan dilengkapi sistem aerasi serta mekanisme pengaduk untuk mempercepat proses dekomposisi, mengurangi bau, dan menghasilkan kompos padat yang dapat dimanfaatkan kembali oleh warga.

Ketua Tim Pengabdian PNUP, Yuniarti, S.ST., M.T., mengatakan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada pengurangan sampah, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat bahwa sampah organik dapat diolah menjadi sumber daya yang bernilai.

“Kami ingin mendorong perubahan cara pandang masyarakat terhadap sampah organik. Sampah rumah tangga tidak seharusnya berhenti sebagai limbah, tetapi dapat diolah menjadi kompos yang bermanfaat untuk mendukung kegiatan berkebun, penghijauan lingkungan, bahkan ketahanan pangan skala rumah tangga,” ujar Yuniarti.

Ia menambahkan, pelatihan ini dirancang agar warga memiliki pengetahuan sekaligus keterampilan praktis untuk mengelola sampah organik secara mandiri, mulai dari pemilahan, pengisian komposter, pengadukan, hingga pemanenan kompos.

Kegiatan ini juga didampingi oleh tim ahli dari Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang, Muh. Irwan, S.Pt., M.Si., yang hadir sebagai narasumber.

Dalam pemaparannya, ia menjelaskan prinsip dasar pengomposan, teknik pengelolaan sampah organik yang efektif, serta strategi pemanfaatan kompos untuk mendukung ketahanan pangan rumah tangga dan komunitas urban.
 
Pelatihan turut melibatkan pengurus RW 05 yang dipimpin Ketua RW, Iqbal Lubis. Ia menyampaikan apresiasi atas kolaborasi PNUP dengan masyarakat setempat dan menilai program tersebut sangat relevan dengan kebutuhan warga dalam menghadapi persoalan sampah organik rumah tangga.

“Program ini sangat membantu warga karena memberi solusi nyata atas persoalan sampah organik yang selama ini masih dikelola secara konvensional. Dengan adanya pendampingan dan bantuan alat komposter dari PNUP, kami optimistis warga dapat lebih mandiri dan aktif mengolah sampah rumah tangga menjadi kompos yang bermanfaat,” kata Iqbal.

Menurut Iqbal, program ini juga sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kota Makassar yang mulai 1 Agustus 2026 tidak lagi memperbolehkan sampah organik dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Karena itu, kehadiran program pendampingan dari PNUP dinilai tepat untuk membantu masyarakat beradaptasi dengan kebijakan tersebut sekaligus membangun budaya pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab.

Dalam sesi praktik, warga tidak hanya menerima materi tentang dampak lingkungan dari sampah organik yang tidak terkelola, tetapi juga mengikuti demonstrasi langsung penggunaan komposter vertikal.

Materi praktik meliputi cara memasukkan sampah ke dalam komposter, teknik pengadukan berkala, hingga proses pemanenan kompos.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Tim Pengabdian PNUP menyerahkan dua unit komposter berkapasitas 200 literdan satu unit mesin pencacah sampah kepada warga RW 05. Bantuan ini diharapkan dapat memperkuat pengelolaan sampah organik di tingkat rumah tangga maupun komunitas.

Program pengabdian ini didanai melalui Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, Ruang Lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat, Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Tim pengabdian menyampaikan terima kasih kepada Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat PNUP serta Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat atas dukungan pendanaan dan fasilitasi sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik.

Melalui kegiatan ini, PNUP menegaskan komitmennya dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada aspek kota dan permukiman berkelanjutan serta konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.

Ke depan, tim pengabdian PNUP berencana terus mendampingi warga RW 05 agar praktik pengelolaan sampah organik ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan direplikasi di wilayah lain di Kota Makassar. (wis)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Foto: Ribuan Peserta Rasakan Adrenalin Dikejar Banteng di Festival San Fermin
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
BMKG: Siklon Tropis Bavi Meningkat, Waspada Hujan Lebat di Sumbar dan Bengkulu
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Bincang SATU Indonesia Awards, Dian Sastro Ajak Anak Muda NTB Berani Berkarya
• 40 menit lalukumparan.com
thumb
Ketakutan yang Menular dari Beranda
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Delapan Tewas Akibat Tanah Longsor di Kamp Pengungsi Rohingya di Bangladesh
• 8 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.