REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Bambang Hariyanto menyerukan Pemprov Jateng segera melakukan evaluasi terhadap PT Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP) yang terus mengalami kerugian. PT PRPP merupakan BUMD milik Pemprov Jateng.
Bambang mengungkapkan, baru-baru ini DPRD dan Pemprov Jateng telah melangsungkan rapat pertanggungjawaban APBD Jateng Tahun Anggaran 2025. Isu PT PRPP turut dibahas dalam pertemuan tersebut.
Baca Juga
Luthfi Ingin Tutup BUMD Pemprov Jateng yang Terus Rugi, PT PRPP Dibidik
Warga Jateng Sering Komplain Jalan Rusak, Gubernur Ahmad Luthfi Salahkan Hujan
"Jadi selama ini karena PRPP mengalami kerugian kumulatif dan juga penyusutan, maka belum bisa memberikan deviden, meskipun sudah mulai laba," kata Bambang ketika diwawancara, Selasa (7/7/2026). Bambang mengaku sudah mendengar pernyataan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi yang mengancam bakal menutup BUMD yang terus mengalami kerugian. Namun, dia mengingatkan pemerintah provinsi memiliki satuan kerja, yakni Biro BUMD dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). .rec-desc {padding: 7px !important;} Menurut Bambang, salah satu tugas Biro BUMD dan BLUD adalah melakukan evaluasi kinerja BUMD setiap tiga bulan atau triwulan. "Nah kemarin komisi mendorong supaya itu benar-benar dioptimalkan, terutama pencermatan terhadap PRPP," katanya. "Jadi segera evaluasi. Kalau memang sudah seperti itu, ya segera ambil keputusan yang terbaik," tambah Bambang. Dia mengaku belum mengecek data sudah berapa lama PT PRPP mengalami kerugian. "Yang jelas memang tidak bisa memberikan kontribusi," ujarnya.