Jakarta, VIVA – Sebagai World-Class Education and Innovation Township, BSD City resmi menjadi pusat perhatian dunia dengan dibukanya Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026 pada Senin (22/6). Perhelatan ini mempertemukan ribuan pemimpin global dalam sebuah forum terbesar yang dirancang khusus untuk menghasilkan solusi mendesak bagi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Sinar Mas Land turut berpartisipasi dalam GSDC 2026 yang mempertemukan pemimpin perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan organisasi global untuk mendorong kolaborasi dalam pembangunan berkelanjutan yang digelar di ICE BSD City pada 22 – 25 Juni 2026.
Dalam penyelenggaraan kongres ini, Sinar Mas Land melalui Digital Hub sebagai Headline Partner berkolaborasi dengan Times Higher Education (THE) untuk menyambut lebih dari 5.000 peserta dari 120 negara. Acara ini dibuka oleh Rachmat Pambudy (Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional) yang diwakili oleh Leonardo A.A. Teguh Sambodo (Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup, Kementerian PPN/Bappenas), Dominic Jermey (UK Ambassador to Indonesia dan Timor-Leste), Rod Brazier (Australian Ambassador to Indonesia) dan Phil Baty, (Kepala Bidang Urusan Global Times Higher Education), dan juga dihadiri oleh Brian Yuliarto (Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi) dan Stella Christie (Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi) pada hari kedua.
Irawan Harahap, CEO Digital Tech Ecosystem & Development Sinar Mas Land, mengatakan, "Partisipasi Sinar Mas Land dalam GSDC 2026 menegaskan komitmen kami untuk menjadikan BSD City sebagai kota dengan komitmen pada sustainability melalui pendidikan, teknologi, dan inovasi berstandar internasional. Lebih dari sekadar pengembangan kawasan, kami memposisikan BSD City sebagai destinasi global untuk pertukaran ide dan penyelenggaraan event internasional yang mendorong kolaborasi lintas sektor. Kami dengan bangga meresmikan kolaborasi dengan Monash University, Indonesia melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), serta dengan Universiti Kebangsaan Malaysia melalui penandatanganan Letter of Intent (LOI) yang dilaksanakan pada pembukaan GSDC 2026. Kemitraan ini mendukung visi Indonesia dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia, sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi generasi mendatang untuk mengakses pendidikan berkelas dunia serta ekosistem pembelajaran dan inovasi yang unggul.”





