Kapolri Beri Pendidikan untuk Anak Polisi yang Gugur Diserang Bandar di Katingan

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberi kesempatan pendidikan masuk polisi terhadap anak dari Aipda Anumerta Yudhie Perdana Putra, Briptu Anumerta Nopandri Ramadhana, dan Aiptu Anumerta Sumaryanto, yang gugur saat menggerebek bandar di Katingan, Kalimantan Tengah.

Hal itu disampaikan Kapolda Kalimantan Tengah, Irjen Pol Iwan Kurniawan saat konferensi pers di Polda Kalteng.

"Beliau (Bapak Kapolri), memberikan penghargaan untuk keluarga. Penghargaan ini dalam bentuk apabila ada anaknya dari para almarhum bisa mengikuti pendidikan kita," kata Iwan, Selasa (7/7).

Tak hanya itu, Kapolri juga memberikan penghargaan berupa kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi kepada tiga anggota kepolisian yang gugur dalam penggerebekan narkoba di Kalimantan Tengah tersebut.

"Saya mengucapkan terima kasih khususnya kepada pimpinan kami tertinggi, Bapak Kapolri yang memberikan penghargaan kepada anggota kami yang gugur yaitu kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi," ujar Iwan.

Sebelumnya, Polda Kalimantan Tengah mengungkap penyebab meninggalnya Aipda Anumerta Yudhie Perdana Putra, Briptu Anumerta Nopandri Ramadhana, dan Aiptu Anumerta Sumaryanto, anggota Satresnarkoba Polres Katingan, saat menggerebek bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, Kamis (2/7).

Jasad Briptu Nopandri dan Aiptu Sumaryanto sempat dinyatakan hilang sebelum akhirnya ditemukan mengapung di sungai. Saat ditemukan, tubuh keduanya dipenuhi luka akibat senjata tajam dan tembakan.

Iwan mengatakan, anggotanya telah lama memantau lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian bandar narkoba tersebut. Mereka kemudian melakukan operasi penangkapan.

Namun, saat operasi berlangsung, keluarga dan rekan bandar narkoba itu diduga melakukan provokasi dengan meneriaki polisi sebagai perampok.

Sehingga situasi semakin memanas, anggotanya memutuskan untuk mundur. Namun, di depan mereka sudah ada kelompok bandar narkoba yang mengadang. Polisi kemudian mundur ke tepi sungai dan sempat bertahan dari serangan kelompok tersebut.

Menurut Iwan, saat itu ada dua anggotanya yang ditangkap kelompok bandar narkoba. Keduanya kemudian diduga disiksa hingga tewas sebelum jasadnya dibuang ke sungai.

"Ada anggota kami yang diamankan pelaku. Ini anggota kami yang gugur. Saat ini saya fokus pada penegakan hukum," pungkas Iwan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemarin, edukasi Kemenag cegah LGBTQ hingga PPDS RSUP Kandou distop
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
KPK Pastikan Kasus Korupsi Kuota Haji Berlanjut usai Praperadilan Ditolak
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Rekomendasi Mobil Matik Murah Meriah, Enggak Sampai Rp200 Juta
• 9 jam lalumedcom.id
thumb
BNPB: Ciamis tetapkan siaga darurat kekeringan selama tiga bulan
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
Portugal Resmi Tersingkir dari Spanyol, Cristiano Ronaldo Tinggalkan Rekor yang Sulit Dipecahkan dalam Sejarah Piala Dunia
• 16 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.