Jakarta, VIVA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan, belanja negara pada semester I-2026 mencapai sebesar Rp 1.656 triliun, atau tumbuh 1,52 persen secara tahunan alias year-on-year (yoy).
Dalam rapat bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Purbaya memastikan bahwa capaian tersebut setara dengan 43,1 persen dari total pagu APBN tahun 2026.
"Dimana belanja pusat menjadi katalis pertumbuhan ekonomi di semester I-2026 tersebut," kata Purbaya di DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa, 7 Juli 2026.
- [tangkapan layar]
Dia merinci bahwa belanja pusat tercatat mencapai sebesar Rp 1.296,8 triliun, dengan serapan 41,2 persen dari pagu atau tumbuh 29,4 persen (yoy).
Purbaya menjelaskan, terdapat porsi dari belanja pusat untuk membayar ASN dan THR serta gaji ke-13, dengan belanja non-KL sebesar Rp 639,7 triliun.
"Utamanya untuk pembayaran subsidi dan kompensasi dan kurang bayar 2025, THR pensiunan, dan Pensiunan ke-13," ujar Purbaya.
Selain itu, Purbaya juga berjanji bahwa pemerintah akan terus berupaya untuk menjaga defisit APBN, agar tetap berada di bawah 3 persen pada tahun 2026 ini.
Dia menambahkan, berdasarkan perkiraan Kementerian Keuangan, defisit APBN pada tahun 2026 ini akan mencapai Rp 734,3 triliun, atau sekitar 2,85 persen dari PDB.
"Dan saya yakin untuk bisa menekan defisit ini ke bawah," ujarnya.





