Kecewa TPP Dipotong 30 Persen, ASN di Tidore Baku Hantam dan Nyaris Bakar Kantor Wali Kota

rctiplus.com
9 jam lalu
Cover Berita
Kecewa TPP Dipotong 30 Persen, ASN di Tidore Baku Hantam dan Nyaris Bakar Kantor Wali KotaNasional | inews | Selasa, 7 Juli 2026 - 15:40Dengarkan Berita

TIDORE, iNews.id – Suasana apel akbar di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara, berujung ricuh. Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), hingga PPPK paruh waktu terlibat baku hantam bahkan nyaris membakar kantor Wali Kota. 

Aksi anarkistis ini dipicu oleh kemarahan para pegawai setelah mendengar kebijakan efisiensi anggaran yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota setempat dalam apel pagi, Senin (6/7/2026). 

Kericuhan bermula saat Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, memberikan pernyataan mengejutkan dalam apel tersebut. Dia menyebutkan bahwa Pemkot terpaksa memotong Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN serta pendapatan PPPK dan PPPK paruh waktu sebesar 30 persen.

Kebijakan tersebut diambil guna menutupi defisit anggaran daerah yang mencapai lebih dari Rp50 miliar. Tidak hanya itu, Muhammad Sinen juga menyampaikan skenario terburuk, di mana ada kemungkinan para pegawai akan dirumahkan. 

Baca Juga:Parapuar 2026 Hadirkan Senja, Budaya dan Musik di Labuan Bajo

Mendengar pengumuman tersebut, ribuan peserta apel langsung serentak melayangkan penolakan keras. Situasi di lapangan dengan cepat memanas.

Aksi saling dorong antarpengawai yang pro dan kontra tidak terhindarkan hingga berubah menjadi baku hantam massal. Massa pegawai yang tersulut emosi juga melakukan perusakan terhadap sejumlah fasilitas kantor dan melakukan pembakaran di halaman kantor Wali Kota Tidore Kepulauan. 

Setelah situasi sempat mencekam, pihak Pemerintah Kota langsung menggelar dialog darurat bersama perwakilan dari unsur ASN, PPPK, dan PPPK paruh waktu untuk meredam amarah massa.

Wali Kota Siap Mundur Jika Pegawai Dirumahkan

Dari hasil dialog tersebut, Pemkot Tidore Kepulauan akhirnya memberikan jaminan bahwa mereka tidak akan merumahkan satu pun pegawai PPPK maupun PPPK paruh waktu. Namun, kebijakan pemotongan pendapatan sebesar 30 persen ditegaskan akan tetap diberlakukan untuk sementara waktu hingga kondisi keuangan daerah kembali membaik.

Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, menegaskan komitmennya di hadapan para pegawai. Dia menyatakan siap mempertaruhkan jabatannya demi nasib para pekerja. 

Baca Juga:Penusukan Maut Libatkan Sesama WNI di Hokkaido, Satu Orang Tewas

"Jika pada akhirnya PPPK dan PPPK paruh waktu tetap harus dirumahkan, maka saya siap mundur dari jabatan sebagai Wali Kota. Saya tidak ingin mengorbankan lebih dari dua ribu pegawai hanya demi mempertahankan jabatan," ujar Muhammad Sinen tegas.

Saat ini, situasi di kawasan pusat pemerintahan Pemkot Tidore Kepulauan dilaporkan sudah mulai kondusif, meski beberapa fasilitas yang rusak masih dalam penanganan.

#maluku

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Langkah Dasco-Menaker Bahas Isu PHK TikTok-Tokopedia Diapresiasi
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Hasil Panen Jagung di Ponorogo Meningkat, Jadi Percontohan Produksi Jagung Melalui Teknologi Benih Inovatif
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Bom Meledak Dekat Hotel Tempat Emmanuel Macron Dijadwalkan Menginap di Damaskus
• 8 jam laludetik.com
thumb
Rupiah Sempat Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Ini Tanggapan BI
• 1 jam laluidxchannel.com
thumb
Peternak Soloraya Mandi Telur, Protes Harga Ayam dan Telur Anjlok
• 13 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.