JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menyatakan, pemerintah akan menampung setiap masukan dari masyarakat terkait program Koperasi Desa Merah Putih dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi.
Hal ini disampaikan Ferry merespons sorotan warganet terhadap lokasi sejumlah bangunan koperasi yang berada di area-area tak lazim.
"Mereka sebenarnya maksudnya baik, dan mereka apa namanya, mengingatkan kita perlu ada yang harus dievaluasi. Dan masukan-masukan itu tentu kita akan, jadikan sebagai pertimbangan-pertimbangan untuk melihat," ujar Ferry di Kompleks Istana, Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Baca juga: Di Balik Polemik Lokasi, Kopdes Merah Putih di Stone Garden Disiapkan Jadi Penopang Ekonomi Wisata
Ferry melanjutkan, pemerintah juga akan mencari solusi terkait lokasi Kopdes yang viral disorot warganet.
"Tapi kan harus dilihat juga, misalkan yang bangunan itu kan hanya berapa, tapi karena diviralkan tapi enggak, ini kita cari solusinya," tutur dia.
Sebelumnya, lokasi Koperasi Desa kerap menjadi sorotan karena dinilai berada di lokasi yang terpencil.
Baca juga: Calon Manajer Kopdes Tak Lagi Latihan Militer, Qodari: Pemerintah Tidak Tutup Mata
Salah satu lokasi yang viral berlokasi di hamparan lahan terbuka di kaki bukit karst Stone Garden, Desa Gunungmasigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat.
Contoh lainnya, ada Bangunan Kopdes Merah Putih di Desa Langgenharjo, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati yang berada di tengah tambak ikan dan berdampingan dengan embung desa.
Lokasinya berjarak sekitar 150-300 meter dari permukiman warga dan jalan menuju koperasi juga masih berupa tanah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang