Sebanyak 10 negara Eropa dan Barat melarang dua menteri garis keras Israel, Itamar Ben-Gvir dan Bezalel Smotrich, untuk memasuki wilayah mereka. Kedua menteri dalam pemerintahan Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu itu kerap memicu kontroversi dengan komentar negatif mereka tentang Palestina.
Larangan masuk ke 10 negara itu, seperti dilansir Middle East Monitor, Selasa (7/7/2026), diungkapkan oleh Kementerian Luar Negeri Israel dalam pernyataan terbarunya. Ben-Gvir diketahui menjabat sebagai Menteri Keamanan Nasional Israel, sedangkan Smotrich menjabat sebagai Menteri Keuangan Israel.
Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan dalam pernyataannya, bahwa 10 negara telah memberlakukan larangan masuk terhadap dua menteri sayap kanan itu yang menghadapi kecaman luas akibat pernyataan yang dianggap menganjurkan pemusnahan rakyat Palestina.
Kementerian Luar Negeri Israel menambahkan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan diplomatik ini, dan mendesak 10 negara tersebut untuk mempertimbangkan kembali keputusan tersebut.
Otoritas Israel mengecam larangan masuk oleh 10 negara itu sebagai keputusan yang "tidak dapat dibenarkan".
Negara-negara yang memberlakukan larang masuk untuk Ben-Gvir dan Smotrich itu terdiri atas Inggris, Kanada, Australia, Belanda, Spanyol, Belgia, Norwegia, Irlandia, Selandia Baru, dan Prancis.
Ben-Gvir sendiri telah dilarang memasuki Prancis dan Irlandia pada akhir Mei, setelah mengunggah video yang memperlihatkan para aktivis dari armada bantuan kemanusiaan untuk Gaza, yang ditahan Israel usai kapal mereka dicegat di perairan internasional, sedang berlutut dengan tangan terikat ke belakang.
Penahanan para aktivis kemanusiaan itu oleh Tel Aviv menuai kecaman internasional.
(nvc/ita)





