Pemerintah Sepakati Akselerasi Pemulihan Akses Jalan dan Jembatan Terdampak Bencana di Bener Meriah

viva.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Bener Meriah, VIVA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menjelaskan, pemerintah bersama masyarakat telah menyepakati sejumlah upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Bener Meriah.

Kesepakatan tersebut dihasilkan usai Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pemulihan Pascabencana Hidrometeorologi yang berlangsung di Aula Pendopo Bupati Bener Meriah, Aceh, Selasa (7/7/2026).

Baca Juga :
Bareskrim Tingkatkan Penyidikan Kasus Dugaan Ilegal Akses yang Dilaporkan Nasabah Mirae Asset
Cara PGN Perkuat Implementasi Keselamatan Migas Jaga Keandalan Infrastruktur Nasional

Tito menjelaskan, rapat tersebut dihadiri berbagai unsur pemerintah pusat dan daerah, aparat TNI-Polri, Kejaksaan, serta tokoh masyarakat. Dalam pertemuan itu, seluruh pihak mendengarkan aspirasi masyarakat dan menyepakati langkah-langkah penanganan yang menjadi prioritas.

“Kami sudah berembuk mendengarkan aspirasi dan intinya sudah ada kesepakatan,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, pemerintah mengapresiasi inisiatif masyarakat yang berupaya memperbaiki akses jalan secara swadaya. Namun, berdasarkan hasil pembahasan bersama, kondisi Jembatan Enang-Enang masih dinilai belum cukup aman, khususnya bagi kendaraan berat. Karena itu, pemerintah akan memperkuat jembatan tersebut agar strukturnya lebih optimal.

“Khusus untuk Jembatan Enang-Enang ini, ini memiliki nilai histori panjang, sehingga tetap akan difungsikan, tapi nanti Balai PU (Pekerjaan Umum) akan memperkuat [strukturnya],” ujarnya.

Selama proses perbaikan jembatan berlangsung, Tito menjelaskan, pemerintah akan menyiapkan jalan alternatif melalui Werlah. Jalan tersebut akan lebih dulu diperbaiki, mulai dari pelebaran jalan hingga peningkatan kualitas permukaannya.

Selain itu, pemerintah bersama masyarakat juga menyepakati pembangunan jembatan permanen yang direncanakan menjadi salah satu ikon kawasan Gayo. Menurut Tito, pembangunan jembatan tersebut mendapat dukungan dari masyarakat. “Dan itu akan menjadi kebanggaan di Tanah Gayo,” jelasnya.

Sebagai informasi, dalam kesempatan itu turut diserahkan bantuan kendaraan tangki air Satgas PRR untuk Kabupaten Bener Meriah. (LAN)

Baca Juga :
Transmisi Hijau Dinilai Tulang Punggung Masa Depan Energi Bersih Indonesia, Ini Penjelasannya
KPK Tunggu Penghitungan Kerugian Negara dalam Kasus Dugaan Korupsi di Mempawah
Jelang Diluncurkan oleh Prabowo, Pertamina Ungkap Kondisi Infrastruktur Penyaluran B50

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mau Beli Suzuki Katana, Segini Konsumsi BBM-nya
• 1 jam lalumedcom.id
thumb
Pelatih Roberto Martinez Mundur Usai Portugal Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Ini yang Dikatakannya
• 15 jam laluharianfajar
thumb
Pedagang Seragam Keluhkan Penjualan Sepi, Diduga Dampak Program Seragam Sekolah Gratis di Padang
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Pesan Duka Megawati untuk Ayatollah Khamenei: Peka Terhadap Derita Bangsanya
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Kemenkes dan Kemendes PDT Perkuat Sinergi untuk Tingkatkan Layanan Kesehatan Primer hingga Desa dan Dusun
• 22 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.