Penerimaan Pajak 2026 Diramal Kurang Rp46,9 Triliun, Purbaya Mau Kerja DJP Lebih Efisien

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Penerimaan pajak sampai akhir 2026 diprakirakan tidak memenuhi target Rp2.357,7 triliun. Pemerintah memproyeksikan terjadi shortfall sebesar Rp46,9 triliun.

Berdasarkan Outlook Postur APBN 2026, penerimaan pajak sampai dengan akhir tahun ini hanya akan mencapai Rp2.310,8 triliun. Realisasinya mencapai 98% dari target, dengan pertumbuhan seesar 20,5% (yoy) dibanding tahun lalu.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan otoritas fiskal harus mengejar pertumbuhan sebesar 23% (yoy) sampai akhir tahun agar penerimaan pajak bisa mencapai target APBN yaitu Rp2.357,7 triliun.

"Ini kan [pertumbuhan] penerimaan pajaknya turun lagi ke 20,5%. Kami akan jaga terus, mudah-mudahan kami bisa tahan di 23% terus untuk penerimaan pajaknya sehingga income kami juga akan lebih baik," terangnya pada rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Langkah yang dilakukan ke depannya adalah mendorong efisiensi pegawai pajak, perbaikan sistem inti administrasi perpajakan yakni Coretax, serta perbaikan prosedur penerimaan pajak tanpa menarikkan tarif atau pungutan baru. 

Secara konkret, Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (DJP Kemenkeu) bakal memperbaiki interface aplikasi serta memonitor kinerja seluruh unit vertikal. 

Baca Juga

  • Outlook APBN 2026: Realisasi Pajak dan Bea Cukai Bakal Diproyeksi 97,6%, PNBP 125%
  • Said Iqbal: Buruh Bakal Geruduk Kantor Purbaya, Demo Tuntut Pajak JHT 0%
  • Defisit APBN Purbaya Diramal Melebar jadi 2,85%, Setara Rp734,3 Triliun

"Sekarang saya boleh merumahkan orang, saya akan merumahkan kalau mereka tidak bekerja dengan bagus. Tetapi rata-rata sekarang sudah lebih baik. Cuma, tetap saja kalau ada yang tidak efisien atau agak lelet kami beresin," tutur mantan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) ini usai rapat dengan Banggar DPR. 

Di sisi lain, lanjut Purbaya, kini otoritas fiskal memiliki 'senjata' baru untuk melakukan ekstensifikasi penerimaan pajak. Mulai 1 Agustus mendatang, empat perusahaan marketplace yakni Tokopedia, Shopee, Lazada dan Blibli akan memungut PPh pasal 22 pedagangan (merchant) di lokapasar. 

"Jadi, pajak [pedagang] online sekarang harus bayar sesuai dengan kewajibannya," pungkasnya. 

Adapun secara keseluruhan, outlook penerimaan negara sampai akhir tahun ini diprakirakan terealisasi Rp3.208,1 triliun atau 101,7% dari target. Selain pajak, penerimaan bea cukai diprakiraka terkumpul Rp320,6 triliun (95,4% dari target) dan PNBP Rp575,1 triliun (125,2% dari target). 

Di sisi lain, outlook penyerapan belanja negara diprakirakan mencapai Rp3.942,4 triliun atau 102,6% dar target. Belanja pemerintah pusat diprakirakan terealisasi Rp3.245,5 triliun atau 103% dari target, sedangkan anggaran transfer ke daerah (TKD) terealisasi Rp696,9 triliun atau 100,6% dari target. 

Dengan demikian, defisit diprakirakan melebar ke Rp734,3 triliun atau 2,85% terhadap PDB. Defisit ini melebar dari target UU APBN yakni Rp689,1 triliun atau 2,68% terhadap PDB. 

"Dengan demikian, outlook pembiayaan anggaran menjadi sebesar Rp734,3 triliun. Saya yakin kami masih bisa menekan defisit ini ke bawah," ujar Purbaya. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Alasan Bang Jago Pukul Pemotor di Jaksel Senyam-senyum Usai Ditangkap
• 2 jam laludetik.com
thumb
Dua Flyover Baru di Muara Enim Disiapkan, PTBA Perkuat Keselamatan Perlintasan Kereta
• 10 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Prabowo Tiba di DPR, Bakal Sambut PM India Narendra Modi
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Korupsi Pengadaan Batu Bara PLTU Picu Padamnya Listrik, Ini Modusnya
• 9 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Persija Jakarta Resmi Datangkan Pratama Arhan untuk Perkuat Sektor Kiri Pertahanan
• 18 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.