Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur pascapanen di Papua Selatan dengan menambah kapasitas gudang Perum Bulog.
Langkah tersebut ditempuh untuk menyerap surplus produksi beras, menjaga harga gabah di tingkat petani, serta memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP).
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah telah menyetujui usulan Pemerintah Kabupaten Merauke untuk membangun gudang baru Bulog pada tahun ini.
Menurutnya, tambahan kapasitas penyimpanan diperlukan agar hasil panen petani dapat langsung diserap Bulog dengan harga sesuai ketentuan pemerintah.
"Gudangnya kita siapkan. Nanti kalau petani di sini produksi langsung dibeli. Tidak boleh di bawah Rp6.500 per kilogram. Itu perintah Bapak Presiden," ujar Amran dalam keterangan resmi, Selasa (7/7/2026).
Dia menambahkan kapasitas gudang yang semula diusulkan sekitar 3.000 ton berpotensi ditingkatkan menjadi sekitar 5.000 ton dan akan dilengkapi dengan fasilitas pendukung pascapanen. Pembangunan tersebut dilakukan seiring meningkatnya produksi beras Papua Selatan.
Baca Juga
- Bapanas Kaji Usulan Telur Masuk Paket Bansos Beras Juli-September 2026
- Harga Beras Naik, Bulog Genjot Penyaluran SPHP hingga 424.724 Ton
- El-Nino Mengintai Industri Sawit, Hasil Panen Berisiko Menyusut Harga Terkerek
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras provinsi itu sepanjang 2025 mencapai sekitar 207.000 ton, jauh melampaui kebutuhan konsumsi rumah tangga yang diperkirakan sekitar 34.060 ton.
Surplus tersebut dinilai dapat menjadi sumber penguatan stok CBP yang dikelola Bulog maupun Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD).
Kinerja sektor pertanian Papua Selatan juga menunjukkan tren yang membaik. Indeks harga yang diterima petani tanaman pangan meningkat dari 111,42 pada Januari 2024 menjadi 115,33 pada Juni 2026. Sementara Nilai Tukar Petani (NTP) naik dari 101,37 menjadi 110,15 pada periode yang sama.
Menurut pemerintah, peningkatan tersebut menunjukkan harga di tingkat petani tetap terjaga di tengah bertambahnya produksi.
Saat ini Bulog memiliki 15 kompleks pergudangan di wilayah Papua. Penambahan gudang di Papua Selatan merupakan bagian dari program pembangunan 100 infrastruktur pascapanen yang didukung anggaran investasi pemerintah sebesar Rp5 triliun sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2026.
Secara nasional, stok beras yang dikelola Bulog telah mencapai lebih dari 5 juta ton. Mengacu pada proyeksi Food and Agriculture Organization (FAO), stok beras Indonesia pada 2026/2027 diestimasi dapat mencapai sekitar 7,8 juta ton, menjadikannya salah satu yang terbesar di dunia.





