Ringkasan berita:
- Seorang pemuda berinisial RRM (27), warga Driyorejo Gresik, ditemukan babak belur dan bersimbah darah di tepi jalan.
- Korban sempat diteriaki “maling” oleh seseorang yang diduga terlibat sebelum melarikan diri.
- Polsek Driyorejo masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan motif dugaan penganiayaan.
Gresik (beritajatim.com) – Warga Jalan Raya Driyorejo, Kabupaten Gresik, digegerkan dengan penemuan seorang pemuda dalam kondisi babak belur dan bersimbah darah di tepi jalan pada Minggu (5/7/2026). Korban sempat diteriaki “maling” oleh seseorang yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut sebelum orang itu melarikan diri.
Korban diketahui berinisial RRM (27), warga Desa Mojosarirejo, Kecamatan Driyorejo. Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait dugaan penganiayaan yang menyebabkan korban mengalami luka serius.
Kapolsek Driyorejo, Kompol Gatot Setyo Budi, menjelaskan peristiwa tersebut bermula ketika seorang saksi berinisial RYF (28) melihat adanya keramaian di sekitar lokasi kejadian. Saksi kemudian mendatangi tempat tersebut untuk mengetahui apa yang terjadi.
Setibanya di lokasi, saksi mendapati korban sudah tergeletak dalam kondisi berlumuran darah. Pada saat yang sama, terdengar seorang pemuda meneriaki korban sebagai maling.
“Saksi melihat korban tergeletak berlumuran darah dan diteriaki maling. Lalu saksi berusaha melerai dan memegangi seseorang yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut, namun langsung melepaskan diri dan pergi,” ujar Kompol Gatot, Selasa (7/7/2026).
Melihat korban mengalami luka cukup serius, warga sekitar langsung memberikan pertolongan. Korban kemudian dievakuasi ke RS Anwar Medika Krian, Sidoarjo, untuk mendapatkan penanganan medis sekaligus menjalani proses visum.
Kasus tersebut selanjutnya dilaporkan ke Polsek Driyorejo. Polisi kini tengah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi serta mencari barang bukti untuk mengungkap identitas pelaku dan motif di balik dugaan penganiayaan tersebut.
“Saat ini masih dalam tahap penyelidikan untuk mengetahui pelaku,” pungkas Kompol Gatot.
Kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak membuat spekulasi terkait kejadian tersebut sebelum proses penyelidikan selesai dan fakta-fakta di lapangan berhasil dipastikan. [dny/suf]




