OJK Sebut Undisbursed Loan Rp2.576 Triliun Jadi Amunisi Pertumbuhan Kredit

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai tingginya nilai undisbursed loan atau fasilitas kredit yang belum ditarik debitur sebesar Rp2.576 triliun bukan mencerminkan pelemahan permintaan kredit. Sebaliknya, dana tersebut dinilai menjadi cadangan yang berpotensi mendorong pertumbuhan kredit dalam beberapa waktu ke depan.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyampaikan, fasilitas kredit tersebut telah disetujui perbankan, tetapi pencairannya masih menunggu tahapan pelaksanaan proyek atau rencana bisnis masing-masing debitur.

“...sehingga sebenarnya ini punya potensi juga untuk meningkatkan pertumbuhan kredit di masa yang akan datang,” kata Dian dalam Konferensi Pers RDK Bulanan (RDKB) Juni 2026, Selasa (7/7/2026).

Dian menambahkan, OJK tetap optimistis penyaluran kredit akan terus meningkat seiring prospek pertumbuhan ekonomi yang membaik. Menurutnya, peningkatan kepercayaan pelaku usaha, kondisi pasar yang tetap kondusif, serta stabilitas sistem keuangan akan mendorong debitur merealisasikan penarikan fasilitas kredit yang telah tersedia.

Dia menilai pencairan undisbursed loan tersebut pada akhirnya akan memperkuat fungsi intermediasi perbankan sekaligus mendukung pembiayaan sektor riil. Dengan demikian, ruang pertumbuhan kredit nasional masih terbuka seiring meningkatnya aktivitas investasi dan ekspansi dunia usaha.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) mengungkapkan undisbursed loan pada Mei 2026 mencapai Rp2.576 triliun atau 22,41% dari plafon kredit yang tersedia. Besarnya fasilitas pinjaman yang belum digunakan ini menjadi salah satu pertimbangan otoritas moneter dalam melihat proyeksi pertumbuhan kredit di kisaran 8—12% tahun ini. 

Baca Juga

  • Kredit Multifinance Naik 1,71% Jadi Rp513,19 Triliun per Mei 2026
  • OJK: Kredit Perbankan Tumbuh 11,51% Jadi Rp8.918 Triliun per Mei 2026
  • OJK Perbarui SLIK, Riwayat Kredit Lunas Wajib Terbarui Maksimal Tiga Hari Kerja

Sementara itu, Dian mengungkapkan bahwa penyaluran kredit pada Mei 2026 meningkat 11,51% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp8.918 triliun, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 9,98% YoY pada April 2026.

Dari sisi penggunaan, kredit investasi masih menjadi motor utama dengan pertumbuhan 21,95% YoY. Sementara itu, kredit konsumsi tumbuh 5,89% YoY dan kredit modal kerja meningkat 8,09% YoY.

Berdasarkan kelompok debitur, kredit korporasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 18,39% YoY. Di sisi lain, penyaluran kredit kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mulai menunjukkan perbaikan dengan tumbuh 0,60% YoY, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 0,16% pada bulan sebelumnya

Adapun berdasarkan kelompok bank, kredit yang disalurkan bank BUMN tumbuh paling tinggi, yakni 15,98% YoY.

Di sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 13,49% YoY menjadi Rp10.294 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh kenaikan giro sebesar 20,53% YoY, deposito 10,17% YoY, dan tabungan 10,21% YoY.

Lebih lanjut, OJK menilai kondisi likuiditas industri perbankan masih memadai. Rasio alat likuid terhadap non-core deposit (AL/NCD) tercatat 108,20% dan rasio alat likuid terhadap DPK (AL/DPK) sebesar 24,78%, yang masih jauh di atas ambang batas masing-masing 50% dan 10%. Sementara itu, Liquidity Coverage Ratio (LCR) berada di level 186,54%.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Piala Dunia 2026: Momentum Perkuat Diplomasi Ekonomi Indonesia–Spanyol
• 14 jam laluharianfajar
thumb
Portugal Angkat Koper dari Piala Dunia 2026, Cristiano Ronaldo Tetap Main Bareng Al Nassr di Liga Pro Saudi Musim 2026/2027?
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
GWM Tank 300 Facelift Makin Gagah dengan LiDAR Sampai PHEV
• 5 jam lalumedcom.id
thumb
Job Fair Jakarta Selatan 2026 Dibuka, Pemprov DKI Sediakan 3.299 Lowongan Kerja dari 37 Perusahaan
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Momen Jet Tempur Kawal Kedatangan PM India saat Memasuki Langit Nusantara
• 22 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.