Ketika Ekonomi Kreatif Membuka Jalan Jakarta Menuju Kota Global

katadata.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Sabtu pagi (4/7), halaman Istora Senayan sudah dipenuhi pengunjung. Denting musik berpadu dengan aroma kopi lokal, sementara bunyi notifikasi pembayaran digital silih berganti terdengar dari berbagai sudut arena. 

Di salah satu sudut ruangan, seorang pelaku usaha fesyen asal Jakarta Timur terlihat melayani pembeli yang membayar menggunakan QRIS. Tak jauh dari sana, antrean terbentuk di stan kopi lokal. 

Di salah satu stan UMKM, Ando (40) mengantre membeli siomay dan batagor. Setelah memilih pesanannya, ia langsung mengangkat telepon genggam dan memindai kode QRIS milik pedagang.

"Sekarang saya hampir tidak pernah membawa uang tunai. Mau ke festival atau beli makanan kaki lima, semuanya sudah bisa pakai QRIS," katanya kepada Katadata.co.id.

Menurut Ando, kemudahan pembayaran digital membuat transaksi di berbagai bazar Jakarta jauh lebih praktis. Apalagi saat ini hampir semua pedagang kaki lima dan gerobak makanan di Jakarta sudah terhubung dengan layanan pembayaran digital yang dikembangkan Bank Indonesia itu. 

Sekitar pukul 09.45, keramaian bergeser ke panggung utama. Lantunan nada dan candaan hangat meluncur dari mulut seniman Gambang Kromo, kesenian khas Jakarta. 

Suara tawa sesekali pecah dari barisan penonton yang sudah memadati area panggung utama. Tak lama berselang rangkaian pembukaan digelar sebagai penanda resmi dimulainya Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026.

Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026 yang berlangsung pada 4–5 Juli di Istora Senayan bukan sekadar agenda tahunan. Festival bertema A Creative Movement for A Sustainable Global City itu menjadi bagian dari upaya membangun fondasi ekonomi baru Jakarta.

Selama dua hari, kreativitas hadir dalam berbagai bentuk. Mulai dari pameran pangan lokal, produk fesyen dan kriya, hingga kompetisi film yang diikuti generasi muda. Seluruhnya mempertemukan pelaku usaha, komunitas, pemerintah, dan masyarakat dalam satu ruang kolaborasi.


Jakarta Kreatif Festival (Katadata/Ira Guslina)

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan, menyebut JKF sebagai sebuah gerakan kolektif untuk memperkuat ekonomi Jakarta melalui pengembangan ekonomi kreatif.

"Jakarta Kreatif Festival bukan sekadar festival, tetapi sebuah gerakan bersama untuk menggerakkan sektor riil di wilayah DKI Jakarta," kata Iwan dalam pidato pembukaan. 

Pernyataan Iwan mencerminkan perubahan pendekatan Bank Indonesia dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Jika selama ini peran BI lebih dikenal melalui kebijakan moneter atau pengendalian inflasi, pengembangan UMKM, ekonomi kreatif, dan digitalisasi sistem pembayaran kini menjadi bagian penting untuk memperkuat aktivitas ekonomi. 

JKF menjadi salah satu wadah yang mempertemukan seluruh instrumen tersebut dalam satu ruang kolaborasi. Skala penyelenggaraan itu menunjukkan bahwa JKF bukan lagi sekadar festival promosi produk, melainkan ruang bertemunya berbagai pelaku ekonomi kreatif Jakarta. 

Tahun ini, sebanyak 67 lembaga dan instansi berkolaborasi dalam penyelenggaraan Jakarta Kreatif Festival 2026. Mereka menghadirkan 377 tenant, terdiri dari 290 pelaku UMKM sektor kuliner, fesyen, dan kriya, serta 87 tenant layanan, edukasi, dan komunitas yang berkolaborasi bersama 67 lembaga dan instansi. 

Adapun selama dua hari pelaksanaan, JKF dikunjungi sekitar 15 ribu pengunjung. Angka-angka tersebut mungkin tampak biasa. Namun jika dicermati lebih jauh, ia menggambarkan sebuah perubahan paradigma pembangunan kota.

Jakarta tidak lagi semata mengandalkan sektor properti, perdagangan, atau jasa keuangan. Kota ini mulai melihat kreativitas sebagai aset ekonomi yang mampu menciptakan nilai tambah tinggi, lapangan kerja baru, sekaligus daya saing global.

Selama dua hari pelaksanaan transaksi di Jakarta Kreatif Festival 2026 mencapai Rp 55 miliar. Jumlah ini jauh dibanding capaian Rp 21 miliar pada 2025. Menurut Iwan, capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya optimisme terhadap ekonomi kreatif Jakarta. 

Lebih penting daripada nilainya, transaksi tersebut menunjukkan bahwa ekonomi kreatif tidak lagi menjadi pelengkap pembangunan Jakarta, melainkan mulai tumbuh sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru. 


Pembukaan Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026 (Bank Indonesia Jakarta)
Ekonomi Kreatif dan Demokratisasi Kesempatan

Salah satu hal menarik dari JKF 2026 adalah bagaimana festival ini mencoba menghubungkan berbagai lapisan ekonomi dalam satu ekosistem. Pengunjung yang hadir tidak hanya bisa berbelanja tetapi juga menikmati pertumbuhan ibu kota lewat beragam penampilan seni dan budaya. 

Di dalam arena, batas antar sektor seolah menghilang. Pelaku usaha mikro bertemu perbankan melalui business matching. Komunitas kreatif memperoleh ruang promosi. Masyarakat dikenalkan pada pembayaran digital melalui QRIS Jelajah Indonesia. Bahkan pertanian perkotaan pun mendapat panggung yang sama. 

Tahun ini, Jakarta bahkan memperoleh Rekor MURI untuk pajangan hasil pertanian perkotaan dengan jenis terbanyak. Capaian ini melibatkan 157 petani dan menampilkan 64 jenis komoditas.

Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Uus Kuswanto, menyatakan JKF 2026 telah menunjukkan pentingnya kreativitas dan kolaborasi sebagai fondasi pembangunan ekonomi Jakarta. Penguatan ekonomi kreatif, digitalisasi, inovasi, serta pemberdayaan UMKM dinilai  penting dalam meningkatkan daya saing ekonomi Jakarta. 

“Momentum JKF menjadi semakin strategis menyongsong lima Abad Kota Jakarta dan transformasi menuju kota global,” ujar Uus. 

Menurut Uus, semangat kolaborasi yang terbangun melalui JKF diharapkan mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi Jakarta yang semakin inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global. 

Bagi sebagian orang, pertanian perkotaan mungkin tampak jauh dari konsep ekonomi kreatif. Namun justru di situlah letak transformasi yang sedang dibangun Jakarta. Kreativitas tidak lagi dimaknai secara sempit sebagai seni atau hiburan, melainkan kemampuan menciptakan nilai baru dari berbagai sektor kehidupan.


Jakarta Kreatif Festival, Sabtu (4/7) (Katadata/Ira Guslina)

Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta melihat pendekatan tersebut sebagai bukti bahwa pengembangan UMKM dan percepatan digitalisasi sistem pembayaran dapat berjalan beriringan.

"JKF dapat mendorong UMKM naik kelas, memperluas pemanfaatan pembayaran digital, serta meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat," kata Filianingsih.

Namun keberhasilan sebuah festival tidak hanya diukur dari jumlah tenant atau besarnya transaksi. Pertanyaan yang lebih penting adalah apakah Jakarta mampu mengubah perayaan dua hari ini menjadi ekosistem yang terus hidup sepanjang tahun. 

Ketika pemerintah, Bank Indonesia, dunia usaha, komunitas, akademisi, dan masyarakat berkumpul dalam satu ruang, sesungguhnya yang sedang dibangun bukan sekadar festival, melainkan fondasi ekonomi masa depan. 

Dari Festival Menuju Ekosistem

Ketika banyak kota di dunia berlomba membangun gedung pencakar langit dan infrastruktur fisik, sejumlah kota global justru membangun identitasnya melalui kreativitas. Hal itu kemudian menjadi daya tarik pengerek ekonomi masyarakat. 

Pengalaman berbagai kota dunia menunjukkan bahwa identitas ekonomi modern tidak lagi hanya dibangun lewat gedung pencakar langit atau kawasan bisnis. Tokyo dikenal melalui industri anime dan gim, Seoul melalui K-Pop, Milan lewat fesyen, sementara Los Angeles menjadi pusat industri film. 

Jakarta kini tengah mencari identitasnya sendiri melalui ekonomi kreatif. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memandang ekonomi kreatif sebagai new engine of growth atau mesin pertumbuhan ekonomi baru bagi Jakarta.

"Jakarta pada usia 499 tahun terus tumbuh melalui ide, inovasi, dan sinergi seluruh elemen masyarakat," ujar Pramono.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, akademisi, media, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam perjalanan Jakarta menuju kota global yang berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan.

Pernyataan Pramono menjadi semakin relevan ketika Jakarta tengah bersiap memasuki era pasca-ibu kota. Sebab, kota global modern tidak lagi bertumpu pada status administratif, melainkan pada kemampuan menghasilkan inovasi, kreativitas, dan nilai ekonomi berbasis pengetahuan.


Kompetisi film menjadi salah satu even dalam Jakarta Kreatif Festival 2026 (Katadata/Ira guslina)

Menjelang usia ke-500 tahun, Jakarta menghadapi tantangan sekaligus peluang terbesar dalam sejarah modernnya. Perpindahan ibu kota negara bukanlah akhir dari peran Jakarta. Sebaliknya, ia dapat menjadi momentum untuk menemukan identitas baru yaitu sebuah kota global yang tidak lagi bergantung pada status politik, melainkan pada kreativitas warganya.

“Kami berharap semangat kolaborasi dan kreativitas ini terus menjadi kekuatan Jakarta dalam mewujudkan kota global yang inklusif dan berkelanjutan," kata Pramono.

Ketika Ando berkeliling di Istora siang itu, ia nyaris tak pernah membuka dompetnya. Satu transaksi QRIS mungkin hanya bernilai puluhan ribu rupiah. Namun ribuan transaksi serupa yang terjadi selama Jakarta Kreatif Festival memperlihatkan bagaimana kebiasaan baru masyarakat perlahan membentuk wajah baru ekonomi Jakarta.

Di antara aroma kopi lokal, denting musik, dan percakapan para pelaku usaha kreatif, masa depan kota itu tampak sedang dibangun. Bukan dengan beton, melainkan dengan ide, inovasi, dan kolaborasi yang memberi ruang bagi kreativitas yang perlahan mengukuhkan langkah Jakarta menuju kota global.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Musim Libur Sekolah, Okupansi Hotel di Puncak Bogor Naik 90 Persen
• 18 jam laludetik.com
thumb
Pemerintah Sepakati Percepatan Pemulihan Akses Terdampak Bencana di Bener Meriah
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
OJK Ungkap Tekanan Asuransi Non-Komersial, Aset Kontraksi 2,07%
• 4 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Foto: Ribuan Peserta Rasakan Adrenalin Dikejar Banteng di Festival San Fermin
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Penyebab Mahasiswi Telkom University Tinggalkan Rumah Belum Bisa Diketahui, Polisi Sebut Nadira Az-Zahra Ditemukan Masih di Kota Bandung
• 13 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.