Pemerintah Siapkan Transformasi Kawasan Transmigrasi Menjadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru Berbasis Investasi dan Industri

pantau.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan pemerintah menyiapkan transformasi kawasan transmigrasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang tidak lagi hanya berfokus pada permukiman dan pertanian, melainkan berbasis investasi, industri, hilirisasi, pangan, dan energi.

Transformasi Kawasan Transmigrasi

Iftitah menyatakan setiap kawasan transmigrasi memiliki keunggulan komparatif dan potensi strategis yang dapat dikembangkan sesuai karakteristik wilayah masing-masing.

Ia mengungkapkan, "Era ketika transmigrasi hanya dipandang sebagai kawasan pertanian telah berakhir. Pertanian tetap menjadi fondasi yang penting, tetapi kawasan transmigrasi hari ini juga harus menjadi rumah bagi investasi, industri, hilirisasi, dan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru Indonesia."

Menurut Iftitah, kawasan transmigrasi di Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, memiliki potensi minyak bumi dan gas bumi.

Ia menjelaskan kawasan transmigrasi di Kalimantan Selatan serta Aceh Besar dan Aceh Barat memiliki cadangan batu bara yang dapat dikembangkan.

Ia juga menyebut kawasan transmigrasi di Mamuju, Sulawesi Barat, memiliki potensi logam tanah jarang (rare earth elements) yang merupakan bahan baku penting bagi industri teknologi modern.

Ia mengatakan, "Kita tidak lagi berbicara hanya tentang pertanian. Ada sektor perkebunan, industri pengolahan, pariwisata, minyak dan gas, batu bara, logam tanah jarang, hingga berbagai potensi ekonomi strategis lainnya yang harus dikembangkan sesuai keunggulan masing-masing daerah."

Transformasi kawasan transmigrasi tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk membangun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui industrialisasi, hilirisasi, dan penciptaan lapangan kerja berkualitas.

Kementerian Transmigrasi menetapkan revitalisasi 45 kawasan transmigrasi prioritas nasional sebagai salah satu program utama dalam RPJMN 2025–2029.

Program tersebut juga mencakup pengembangan kawasan transmigrasi yang terintegrasi serta digitalisasi data kawasan transmigrasi.

Iftitah menegaskan pembangunan kawasan transmigrasi kini tidak lagi berfokus pada pembukaan lahan dan perpindahan penduduk.

Ia mengatakan fokus pembangunan diarahkan pada pembentukan ekosistem investasi yang mampu menciptakan nilai tambah, memperluas kesempatan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Target Investasi dan Kepastian Hukum

Iftitah menyebut salah satu contoh transformasi sedang berlangsung di kawasan Barelang, Kepulauan Riau.

Kementerian Transmigrasi bersama Pemerintah Kota Batam dan Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) terus memperkuat kolaborasi untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif agar Barelang berkembang menjadi pusat industri baru.

Ia mengatakan, "Investor tidak membutuhkan banyak janji. Yang mereka butuhkan adalah ekosistem yang memberi kepastian. Ketika ekosistem itu terbangun, investasi akan datang, industri berkembang, lapangan kerja tercipta, dan masyarakat menjadi pihak yang paling merasakan manfaatnya."

Pada 2026, Kementerian Transmigrasi menargetkan penerbitan 11.288 Sertifikat Hak Milik (SHM) bagi transmigran di 61 lokasi transmigrasi.

Program penerbitan SHM tersebut bertujuan menyelesaikan persoalan lahan, memperkuat kepastian hukum, dan mendukung investasi di kawasan transmigrasi.

Selain itu, kementerian menargetkan inventarisasi Hak Pengelolaan Lahan (HPL) di 50 lokasi transmigrasi dengan luas kawasan sekitar 217 ribu hektare.

Inventarisasi HPL dilakukan untuk memperkuat kepastian pengelolaan kawasan sekaligus mendukung pengembangan ekonomi daerah.

Iftitah menegaskan keberhasilan program transmigrasi kini tidak lagi diukur dari jumlah masyarakat yang dipindahkan.

Ia mengatakan, "Yang kita bangun bukan hanya kawasan industri, tetapi sebuah ekosistem yang mempertemukan investasi, dunia usaha, dan masyarakat lokal dalam satu pertumbuhan yang saling menguatkan. Keberhasilan transmigrasi harus diukur dari meningkatnya kesejahteraan masyarakat, bukan sekadar dari bertambahnya jumlah penduduk yang berpindah."

Ia optimistis transformasi kawasan transmigrasi akan mempercepat pemerataan pembangunan melalui pengembangan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang didukung investasi, industri, hilirisasi, sektor pangan, dan sektor energi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Indonesia dan India Sepakati Penguatan Suara Global South dan Dukungan Penyelesaian Konflik Secara Damai
• 2 jam lalupantau.com
thumb
Jadwal 16 Besar Piala Dunia 2026 Hari Ini: Argentina Hadapi Mesir, Swiss Tantang Kolombia
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Terima Kunjungan PM India Narendra Modi, Puan Maharani Kenang Presiden Soekarno: Kakek Saya Jadi Tamu Kehormatan India
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Jalan Cinta di Pulogadung Retak dan Amblas, Pram Pastikan Segera Diperbaiki
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Presiden Prabowo Menganugerahkan Bintang Republik Indonesia Adipurna kepada Narendra Modi untuk Perkuat Kemitraan Strategis
• 3 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.