TEHERAN, KOMPAS.TV - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi memperingatkan Amerika Serikat (AS), pihaknya bisa menghentikan perundingan selama Washington masih meneruskan ancaman.
Pernyataan ini disampaikan Araghchi usai Presiden AS Donald Trump meminta Iran segera mencapai kesepakatan final atau Washington akan "menyelesaikan pekerjaan" di Iran.
Araghchi menekankan, dalam nota kesepahaman (MoU) yang telah ditandatanani Iran dan AS, terdapat klausul bahwa perundingan dapat tidak dilanjutkan jika ada pihak yang mengeluarkan ancaman.
Baca Juga: Iran Batasi Akses Pemakaman Khamenei, Indonesia Akhirnya Kirim Menlu dan Ketua MPR
Hal tersebut dikatakan Aragahchi dalam unggahan di tengah pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Sembari mengunggah foto pelayat yang berbondong-bondong mengantarkan jenazah Khamenei, Argahchi menegaskan Iran tidak gentar atas ancaman AS.
"Jutaan rakyat Iran yang bangga sedang berhimpun dalam persatuan untuk menghormati Ayatollah Agung Khamenei dan warisannya. Kami ataupun Angkatan Bersenjata kami yang berani tidak gentar atas ancaman apa pun," kata Aragahchi dalam unggahan di media sosial X, Selasa (7/7).
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengancam akan kembali memerangi Iran jika Teheran tidak segera menyelesaikan perjanjian. Hal ini disampaikan Trump kepada wartawan di Gedung Putih, Washington.
Donald Trump menyebut militer AS bisa mengebom infrastruktur Iran setiap saat. Namun, sang presiden mengaku lebih memilih untuk menyelesaikan perjanjian.
"Lihat, kami akan menang dengan satu atau lain cara. Lebih baik kita segera bersepakat atau kami akan menyelesaikan pekerjaan kami, oke? Dan tidaklah sulit untuk menyelesaikan pekerjaan kami," kata Trump dikutip Al Jazeera.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- trump ancam iran
- perundingan as iran
- iran
- donald trump
- menteri luar negeri iran





