PTPN IV PalmCo Raih Laba Rp7,08 Triliun pada 2025, 40 Persen Jadi Dividen

idxchannel.com
13 jam lalu
Cover Berita

PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo menetapkan pembagian dividen sebesar 40 persen dari total laba bersih tahun buku 2025.

PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo menetapkan pembagian dividen sebesar 40 persen dari total laba bersih tahun buku 2025. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo, sebagai subholding PTPN III (Persero) resmi menetapkan pembagian dividen sebesar 40 persen dari total laba bersih tahun buku 2025. Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung di Kantor BP BUMN, Jakarta, belum lama ini.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengungkapkan alokasi dividen ini merupakan bentuk kontribusi nyata perusahaan kepada negara. Sepanjang 2025, perusahaan mencatatkan laba bersih sebesar Rp7,08 triliun, meningkat tajam 90,3 persen dari tahun sebelumnya yang berada di angka Rp3,72 triliun.

Baca Juga:
Anak Usaha PTPN I Produksi 32 Juta Liter Bioetanol Sepanjang 2025

“RUPST telah menyetujui alokasi 40 persen dari laba bersih sebagai dividen sebesar Rp 2,83 triliun. Laba bersih tahun 2025 yang mencapai Rp7,08 triliun ini naik 90,3 persen dibandingkan perolehan tahun sebelumnya yang sebesar Rp3,72 triliun,” ujar Jatmiko dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (9/7/2026).

Total dividen senilai Rp2,83 triliun ini mencatatkan pertumbuhan signifikan, yakni sebesar 88,7 persen dibandingkan dividen tahun 2024 yang berjumlah Rp1,5 triliun. Peningkatan laba ini didukung oleh perbaikan indikator keuangan dan operasional, termasuk pertumbuhan EBITDA sebesar 46 persen menjadi Rp13,27 triliun serta peningkatan volume penjualan Crude Palm Oil (CPO) sebesar 7,7 persen menjadi 2,74 juta ton.

Baca Juga:
PTPN I Buka Lahan Tanam Sorgum 20 Hektare untuk Bahan Baku Bioetanol

Dalam forum RUPS, perwakilan pemegang saham memberikan apresiasi atas capaian kinerja perseroan. Namun, pemegang saham juga menekankan pentingnya langkah mitigasi risiko dan perbaikan operasional secara terukur untuk mengoptimalkan kinerja dan investasi di masa mendatang.

Jatmiko menjelaskan bahwa kenaikan laba bersih tidak semata didorong oleh harga jual rata-rata CPO yang naik 10,4 persen menjadi Rp14.223 per kilogram, melainkan juga berkat efisiensi biaya yang terencana. Manajemen kini tengah fokus melakukan evaluasi pada aspek operasional dan penguatan manajemen risiko guna mengejar target pertumbuhan yang lebih tinggi.

"Kami menaruh perhatian penuh pada arahan pemegang saham dan akan terus melakukan identifikasi serta perbaikan, sehingga kinerja operasional maupun realisasi investasi ke depannya dapat berjalan lebih maksimal, dan ke depannya dividen yang diberikan dapat lebih optimal," kata Jatmiko.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bidik Pasar Eurasia, Indonesia Kantongi Tujuh MoU Industri di INNOPROM 2026
• 2 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Selain Mobil Tim Jampidsus, Ini Sosok Orang-orang yang Terekam Satroni PMJ
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Pramono Harap Rumah Sakit Jakarta Jadi Rujukan Utama, Bukan Luar Negeri
• 9 jam lalubisnis.com
thumb
Baru Diresmikan Prabowo, Ternyata Segini Harga BBM Biosolar B50
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Polisi Penjaga Harmoni Masyarakat Nduga
• 6 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.