SURABAYA KOMPAS.TV - Musim kemarau terus meluas di wilayah Jawa Timur. Berdasarkan pembaruan perkembangan musim kemarau Dasarian III Juni 2026 yang dirilis BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur, hampir seluruh Zona Musim (ZOM) di provinsi ini telah resmi memasuki musim kemarau.
Melansir akun Instagram @bmkg.iklimjatim, dari total 74 Zona Musim (ZOM) yang dipantau, sebanyak 73 ZOM atau sekitar 98,6 persen telah memasuki musim kemarau. Sementara itu, hanya satu ZOM atau sekitar 1,4 persen yang masih berada pada kondisi musim hujan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Jawa Timur kini mengalami karakteristik cuaca khas musim kemarau, seperti berkurangnya curah hujan, meningkatnya suhu udara pada siang hari, serta mulai menurunnya ketersediaan air di sejumlah daerah.
Baca Juga: BMKG Peringatkan Hujan sangat Lebat di Wilayah Ini Kamis 9 Juli, Cek Daftarnya
Sebanyak 98,6 Persen Wilayah Zona Musim Jawa Timur Sudah Memasuki KemarauBerdasarkan hasil analisis BMKG, dari 74 Zona Musim di Jawa Timur:
- 73 ZOM (98,6 persen) telah memasuki musim kemarau.
- 1 ZOM (1,4 persen) masih berada pada musim hujan.
Zona Musim (ZOM) sendiri merupakan wilayah yang memiliki pola awal dan akhir musim yang relatif sama berdasarkan data curah hujan dalam periode tertentu.
Dengan dominasi 73 ZOM yang telah memasuki kemarau, dapat disimpulkan bahwa hampir seluruh wilayah Jawa Timur kini telah berada pada fase musim kemarau.
Wilayah yang Belum Memasuki Musim KemarauMenurut BMKG, hingga akhir Dasarian III Juni 2026, hanya terdapat satu wilayah yang masih belum memasuki musim kemarau, yakni:
ZOM 332, meliputi:
- Bagian timur Kabupaten Bondowoso, khususnya Kecamatan Sempol.
- Sebagian wilayah Kabupaten Banyuwangi, yaitu Kecamatan Licin dan Songgon.
Wilayah tersebut masih mengalami kondisi musim hujan dibandingkan daerah lainnya di Jawa Timur.
Masyarakat Diminta Waspada Dampak Musim KemarauPenulis : Dian Nita Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- bmkg
- musim kemarau 2026
- jawa timur





